Ajak Jalan-Jalan Gadis Tanpa Izin Orang Tua, Tiga Pemuda Malang Dipenjara

MALANG – Peringatan keras untuk kawula muda yang sering mengajak anak orang jalan-jalan tanpa seizin orang tua. Polres Malang Kota baru saja menangkap tiga pemuda yang mengajak gadis di bawah umur jalan-jalan ke pantai. Kesalahannya, ketiga pemuda ini tidak izin dulu ke orang tua mereka.
Ketiganya adalah SP, 21 tahun, warga Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Wd, 20 tahun, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang dan DS, 29 tahun, warga kelurahan Madyopuro, kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. SP adalah kuli bangunan, Wd pekerja bengkel dan DS adalah pekerja serabutan.
Mereka diam-diam mengajak tiga gadis berusia 14 tahun, 16 tahun dan 17 tahun. Ketiga korban, merupakan warga Kota Malang. Tersangka membawa korban ke Pantai Lenggoksono atau sering disebut Banyu Anjlok yang berada di Desa Purwodadi, Tirtoyudo pada 23 Mei 2015.
Saat tersangka memulangkan korban, orang tua ketiga korban tidak terima. Mereka langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota. "Mereka berangkat dari Kota Malang, janjian di depan SMP 13.Tapi orang tua tidak tahu. Jadi orang tua melaporkan tersangka telah membawa lari anak mereka selama 1x24 jam," kata Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni dalam ungkap di Mapolres Malang Kota kemarin (29/5/15).
Ditambahkan, perjalanan mereka sebenarnya bertujuan untuk jalan-jalan biasa. Akan tetapi, karena tersangka tidak meminta izin orang tua dan korban masih di bawah umur, maka orang tua berhak melaporkannya. "Tersangka dikenakan pasal  332 KUHP karena telah melarikan perempuan yang tidak dewasa," tambah wanita keturunan Tulungagung itu.
Kejadian ini bermula dari kedekatan SP dengan salah satu korban yang berusia 16 tahun, sebut saja Melati. SP dan Melati berencana jalan-jalan. Tapi, karena SP akan membawa dua teman, Melati juga mengajak dua temannya, korban yang berusia 14 tahun (Mawar, red) dan 17 tahun (Matahari, red).
Mereka janjian di depan SMP 13 di kawasan Kecamatan Kedungkandang. Kemudian mereka pergi ke Banyu Anjlok naik mobil sedan putih Nopol N 1034 CX. Keenam pemuda-pemudi ini bermalam di pantai tersebut. Namun, polisi tidak menyimpulkan apakah tersangka melakukan hubungan suami istri.
"Menurut pengaduan tersangka tidak ada (hubungan suami istri). Tapi polisi tetap melakukan visum kepada korban," pungkas Nunung. Lantaran peristiwa ini, mereka terancam penjara dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (erz)