Perangi Narkoba, Ungkap 9 Kasus 10 Tersangka

17 tersangka kasus narkoba dan kejahatan jalanan yang diamankan, dalam mendukung program kerja 100 hari Kapolri.

MALANG – Mendukung program 100 hari kerja Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, Polres Malang terus bergerilya untuk menangkap jaringan pelaku narkotika di Kabupaten Malang. Dalam sebulan (mulai 20 April – 29 Mei), sembilan kasus narkoba dengan 10 tersangka berhasil ditangkap Satgas Basmi Narkoba Polres Malang. Satu tersangka di antaranya adalah janda cantik asal Kota Malang.
Kesepuluh tersangka ini masing-masing, Nanang Fatoni, 33 tahun, warga Desa Majang Tengah, Dampit. Dwi Waspodo, 37 tahun, warga Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan. Hengky Okta Wardana Karaman, 30 tahun, warga Jalan Mondoroko, Desa Watugede, Singsosari.
Lalu, Khoirul Rozaq, 20 tahun, warga Dusun Jatisari, Desa Trimo, Purwodadi, Pasuruan. Umar, 44 tahun, warga Jalan Satsui Tubun, Kebonsari, Malang. Nur Kholis, 28 tahun, warga Jalan A Yani, Desa Lumbangsari, Bululawang. Herman Felani, 37 tahun, warga Dusun Krai, Desa Tambaksari, Purwodadi, Pasuruan. Ahmad Tarsawi, 34 tahun, warga Jalan Dahlia, Desa Putat Lor, Gondanglegi.
Kemudian M Mahfud alias Kemuk, 46 tahun, Jalan Ternate Gang I, Kelurahan Kasin, Malang. Dan Sulistiyawati alias Nuning, 36 tahun, warga Jalan Merpati Utara, Sukun Malang. “Dari kesepuluh tersangka, dua di antaranya pengedar. Sedangkan lainnya, merupakan pemakai narkoba,” terang Kabag Ops Polres Malang, Kompol Suryo Hapsoro, didampingi Kasubag Humas AKP Ni Nyoman Sri Elfiandani.
Dalam pemeriksaan, Nuning, ibu dua anak ini mengaku sudah lima bulan terjun ke dunia narkoba. Ia yang ditangkap di Desa Talok Turen ini, mengaku mendapat SS dari M Mahfud alias Kemuk. Sepoket SS dibelinya dengan harga Rp 700 ribu. “Uang untuk membeli SS, dari berjualan baju keliling. Saya menggunakan SS supaya badan terasa fit saja,” tutur Nuning.
Selai menangkap jaringan narkoba, Satgas Brantas Preman dan Kejahatan Jalanan Polres Malang, yang terbentuk setiap Polsek ini, juga mengamankan tujuh orang tersangka. Mulai dari kasus perjudian, pembunuhan, pencurian dengan pemberatan hingga kasus curanmor.
“Untuk pemberantasan narkoba, akan terus kami maksimalkan. Selain bekerjasama dengan BNN Kabupaten Malang, juga dengan lapisan masyarakat. Termasuk juga dengan kejahatan jalanan, juga akan kami maksimalkan untuk mendukung program kerja 100 hari Kapolri,” papar Suryo Hapsoro.(agp/han)