Baru Kenal, Diajak Jalan, Lalu Diperkosa

Tersangka saat digiring oleh petugas menuju sel Mapolres Malang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

KEPANJEN – Kejahatan asusila terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Malang semakin menjadi-jadi. TAW, 17 tahun, warga Dusun Pakem, Desa/Kecamatan Wajak, nekat memperkosa teman wanitanya yang baru dikenal.
Korbannya yakni, Bunga (bukan nama sebenarnya, red), 14 tahun, warga Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kanit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo SH M.Hum menjelaskan, peristiwa itu terjadi 31 Mei lalu. Mulanya, korban berkenalan dengan tersangka sehari sebelumnya di dekat rumah korban.
“Setelah berkenalan, mereka berdua lalu bertukar nomor ponsel,” ungkap Sutiyo. Setelah bertukar nomor ponsel, tersangka mengajak bertemu korban di daerah perumahan Pondok Blimbing Indah (PBI) Kota Malang. Ajakan dari tersangka itu, dituruti oleh korban. Keduanya pergi ke Wendit Water Park (WWP).
Tersangka pun mengajak korban ke rumahnya yang saat itu sedang kosong. Di tempat itulah, kata dia, tersangka meemperkosa korban. “Tersangka mengancam akan memukul korban, bila menolak permintaanya tersebut,” ungkap Perwira Pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya tersebut.
Setelah berhasil melampiaskan nafsu bejatnya itu, tersangka mengantarkan korban hingga ke Kecamatan Tumpang. Dari situ, korban pulang sendirian ke rumahnya. Sesampainya di rumah, korban menceritakan peristiwa pahit yang dialaminya itu kepada orang tuanya. Tidak terima dengan perbuatan itu, orang tua korban melaporkan ke polisi.
Bermula dari laporan itu, petugas kepolisian korban menangkap korban di rumahnya, dini hari kemarin. Sementara itu, pengakuan tersangka TAW di hadapan penyidik yang memeriksanya, baru sekali ini melakukan perbuatan bejatnya itu. Dia mengaku nekat melakukan perbuatan itu, lantaran sering menonton film porno.
“Saya dikenalkan film porno oleh teman-teman. Jadi, saya Cuma ikut-ikutan saja,” kilah tersangka yang tidak tamat SD ini.
 Sebelumnya, dia tidak pernah mempunyai pemikiran, bila perbutannya itu, akan berakhir di sel tahanan seperti sekarang.
“Kalau akhirnya seperti ini, saya tidak mungkin melakukan perbuatan itu. Saya kapok tidak melakukannya lagi,” pungkasnya. (big/aim)