Polisi Gadungan Tipu Rp 513 Juta

Tersangka Ramadhani digelandang ke sel tahanan Mapolres Malang oleh petugas kepolisian.

KEPANJEN – Sepak terjang Ramadhani SH MH, 40 tahun, sebagai polisi gadungan, berakhir di tangan petugas Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Malang. Warga Perum Banjar Arum, Kecamatan Singosari ini, mengakusebagai polisi Perwira Menegah (Pamen) Mabes Polri untuk menipu M Nu’man Thoyib, 39 tahun, warga Dusun Lowok Jati, Kelurahan Baturetno, Kecamatan Singosari sebesar senilai Rp 513 Juta.
Modusnya, tersangka mengaku bisa menyelesaikan perkara maupun kasus yang sedang dialami mertua korban bernama Samsul Arifin. Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat mengatakan, penipuan itu terjadi pada bulan April 2014 lalu. “Saat itu korban dikenalkan tersangka, oleh salah seorang temannya. Tersangka mengaku bisa mengurus perkara tersebut hingga selesai dan dinyatakan tidak bersalah,” ujar Wahyu kepada Malang Post kemarin.
Untuk meyakinkan korbannya, tersangka mengajak korban ke rumahnya. Di dalam rumah tersangka itu, dipenuhi dnegan atribut kepolisian, mulai seragam dan pangkat mayor. Korban pun percaya terhadap tersangka. Akhirnya, korban mempercayakan kasus yang dialami mertuanya, untuk diselesaikan oleh tersangka.
 “Untuk menyelesaikan kasus tersebut, tersangka ini mengaku membutuhkan biaya,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Korban pun mentransfer uang yang diminta oleh tersangka, secara bertahap dengan total Rp 513 Juta. Korban dijanjikan oleh tersangka, kasus ini seslesai pada pertengahan tahun 2014. Namun, hingga bulan November 2014, perkara yang dialami mertuanya itu, tidak kunjung selesai. Pada tanggal 18 November 2014, korban mendatangi rumah tersangka, bermaksud menagih uang itu.
“Korban menagih uang yang telah disetorkan itu, lantaran kasusnya tidak kunjung selesai,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Lanjut dia, tersangka berjanji mengembalikannya pada tanggal 3 Desember 2014. Namun, hingga tenggat waktu yang telah ditentukan, tersangka tidak kunjung mengembalikan uang itu.
Hal tersebut, membuat korban kembali mendatangi rumah tersangka. Saat didatangi itu, tersangka sudah tidak ada di rumahnya.  Kemudian, membuat korban melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malang. Atas laporan itu, kata Wahyu, petugas Satreskrim Polres Malang melakukan penyelidikan.
“Melalui penyelidikan itu, akhirnya kami dapat menangkap tersangka di rumahnya yang teradapat di Blimbing, Kota Malang,” urainya.
Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 378-372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Sementara itu, dihadapan penyidik yang memeriksanya, dia mengaku baru sekali melakukan hal tersebut. “Uangnya saya buat untuk membayar hutang dan memenuhi kehidupan sehari-hari,” kilahnya. Tersangka juga mengaku bisa mengurus kasus, lantaran dirinya merupakan lulusan sarjana hukum, Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang.
“Saya asli lulusan UNSRI Palembang, ijasahnya asli dan tidak beli. Jadi, kalau persoalan hukum, saya memang mengerti,” urainya. (big/aim)