Polisi Buru Pengeroyok DJ Aditya

SURABAYA-Polisi bergerak cepat mengusut pengeroyokan  yang menewaskan  DJ Aditya Wahyu Hartanto. Kini polisi sedang memburu tiga pengereyok yang diduga pelaku pembunuhan sadis itu.
Pelaku teridentifikasi setelah  polisi memeriksa empat saksi. Satu diantaranya merupakan saksi yang diduga terlibat pengeroyokan. HP milik korban yang sempat diambil pelaku juga sudah diamankan.
"Dari ketarangan satu saksi pelaku penganiayaan ini, kami kini mengantongi tiga nama pelaku lainnya yang masih kami kejar mereka," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, Rabu (3/6) kemarin.
Kendati sudah mengetahui identitas pelaku, Takdir belum menjelaskan secara detail. Sebab petugasnya masih memburu pelaku dan mengembangkan kasus tersebut.
Kanit Lantas  Polrestabes Surabaya, AKP Made Sukama menerangkan tengah melakukan penyelidikan intensif. "Ya tunggu kami masih mengumpukan sejumlah bukti termasuk CCTV sekitar lokasi," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, geng motor mengeroyok DJ Aditya Wahyu Budi Hartanto hingga tewas, Selasa (2/6) pagi. Lokasi kejadiannya di Jalan Raya  Ngagel Jaya Selatan Bilka hingga Jalan Bung Tomo.
Mobil yang dikendarai  korban Suzuki X Over  hampir seluruh kacanya pecah. Didalam jok depan (kemudi), pecahan kaca berceceran. Bahkan, sejumlah batu dan paving terlihat tertinggal didalam mobil korban.
Saat kejadian, Aditya baru pulang dari tempat kerjanya di diskotik Emperor Surabaya. Kasus ini mendapat perhatian luas karena Aditya diduga menjadi korban brutal yang diduga  geng  motor yang sedang aksi balap liar.
Rr. Tjindar,  ibu korban menceritakan sosok anak semata wayangnya itu berpribadi pekerja keras dan tekun kuliah. Semasa hidupnya, korban yang tinggal di itu juga tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Unair.
"Saya tidak ada firasat apa-apa, dikasih uang Rp.500 rb sama Aditya, sebenarnya tidak saya terima tapi aditya memaksa, katanya untuk pegangan dan untuk buat beli sesuatu, " ungkapnya.
Buah hatinya bersama dengan Alm Ir.susanto itu juga dikenal sebagai sosok yang berpenampilan necis dan penyayang. "Adit kalau mau berangkat ke kampus atau kerja gitu sering mencium saya dan ngucapin Adit sayang mama,"  kenangnya. (bjt/van)