Ringkus Warga Kaliurang dan Poncokusumo

MALANG – Polres Malang Kota kembali menunjukan taringnya. Setelah lama tidak melakukan penangkapan pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor)  di Kota Malang, kemarin (3/6/15) Polres dibawah komando AKBP Singgamata ini kembali mengungkap penangkapan kasus curanmor di Kota Malang.
Ada dua tersangka yang saat ini diamankan Polres Malang Kota. Keduanya adalah Misdiyono (24), warga Jl Kaliurang Barat dan Andre (32), warga Poncokusumo Kabupaten Malang. Mereka berdua diamankan bersama empat sepeda motor sebagai barang bukti aksi kriminalitasnya.
Dalam aksinya, Misdiyono berperan sebagai pelaku utama dalam kasus pencurian ini. Sehari-hari, Misdiyono berjalan kaki sepanjang dua sampai lima kilometer untuk mencari target sepeda motornya. Uniknya, Misdiyono selalu mencari sepeda motor dengan kunci yang menggantung.
Keterangan Misdiyono kepada polisi, aksi pencurian tersebut telah dilakukan Misdiyono sejak Januari 2015. Sejak saat itu, Misdiyono telah berhasil mencuri sepeda motor milik warga sebanyak lima unit. Salah satunya telah dijual kepada Andre yang berperan sebagai penadah. Andre juga ikut diamankan polisi karena tindakannya tersebut.
Misdiyono diamankan pada Sabtu (30/5/15) malam lalu saat sedang beraksi di Jl Kertosari, Lowokwaru, Kota Malang. Saat itu, Misdiyono sempat dihajar massa karena ketahuan akan mencuri sepeda motor di kawasan dekat Universitas Brawijaya (UB) itu.
Lantaran perbuatannya, Misdiyono dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Sedangkan Andre, dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.
 "Kami akan terus memerangi pelaku curanmor di Kota Malang. Bila perlu, kalau ada pelaku yang melawan petugas akan kami tembak," ujar Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata saat ungkap kasus, kemarin (3/6/15). Dikatakannya, cara ini terbukti mampu menurunkan angka curanmor di Kota Malang.
Penurunan angka curanmor di Kota Malang selama 2015 cukup drastis. Pada Januari 2015, laporan mengenai curanmor di Kota Malang masih 169 laporan. Sejak kepemimpinan dipegang Singgamata, upaya penurunan angka curanmor mulai menunjukkan hasil. Pada Februari 2015, jumlah laporan curanmor yang masuk ke polisi sebanyak 124 laporan.
Bulan-bulan selanjutnya, penurunan angka curanmor di Kota Malang terus berlanjut.Pada Maret 2015, laporan Curanmor menurun jadi 86 laporan. April 2015 angka curanmor kembali menurun pada 83 laporan. Sedangkan pada Mei 2015 menjadi 77 laporan. "Sudah turun drastis, ini merupakan prestasi yang membanggakan," ungkap Singgamata. (erz/nug)