Raup Ratusan Juta

Penipuan Berkedok Calo PNS
MALANG - Gelar magister tak menjamin seseorang memilih jalan lurus. Contohnya saja Edy Hartono SPd MM (44), warga Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Lulusan pascasarjana manajemen di Universitas Muhammadiyah Malang ini(UMM)  merupakan penipu berkedok calo-PNS.
Tidak tanggung-tanggung, Edy berhasil menipu enam orang dari keluarga besar Dining A Sri Hendradi (62 tahun), warga Jl Ciliwung, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang. Akibat perbuatannya tersebut, , sejak Selasa (2/6/15) lalu, Edy resmi  menjadi tahanan Polsek Blimbing.
Kejadian bermula pada 12 September 2014 lalu, dimana Edy menawarkan 'jalur pintas' jadi PNS kepada Dining dengan membayar Rp 80 juta untuk satu orang. Di hadapan Dining, Edy berpenampilan rapi, berkemeja dan berdasi. Ia mengaku sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo dan menjanjikan bisa memasukan para korban menjadi PNS di lingkungan Pemkab Ponorogo dan Pemkab Pasuruan.
Dengan penampilan meyakinkan itu, korban langsung percaya dan tergiur dengan tawaran Edy. Dining langsung mendaftarkan dua anak kandung, satu menantu dan tiga saudaranya kepada Edy. Akan tetapi, sampai Senin (1/6/15) lalu, Dining tak kunjung mendapat kepastian. Padahal, uang sejumlah Rp 265 juta telah diberikan kepada Edy, beserta berkas-berkas lamaran.
Saat Dining menghubungi Edy dan bertanya kepastian enam keluarganya itu, Edy selalu mengelak dan beralasan. Tersangka malah memaksa korban agar segera melunasi pembayaran. Hal ini membuat Dining curiga dan geram dengan perlakuan Edy. Pada Selasa (2/6/15) lalu Edy langsung dilaporkan ke Polsek Blimbing.
Sesaat setelah mendapat laporan tersebut, Polsek Blimbing dan keluarga  Dining bekerjasama untuk menjebak Edy dengan  cara dipancing untuk menemui Dining di kediamannya, Jl Ciliwung No 3, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang, dengan alibi ada satu klien lagi yang ingin mendaftar ke Edy. "Saat tersangka datang, petugas sudah menunggu di rumah korban. Tersangka langsung kami bekuk," ujar Kapolsek Blimbing, AKP Budi Setiyono dalam gelar kasus, kemarin (4/6/15).
Petugas Polsek Blimbing juga melakukan penelusuran ke rumah kontrakan Edy di Jl Klayatan III Gg. Lebis nomor 2, Bandungrejosari, Kota Malang. Di rumah kontrakan Edy, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan kalau Edy merupakan penipu berkedok calo PNS.
BB tersebut adalah lima lembar kuitansi pembayaran senilai Rp 225 juta, satu bendel sertifikat tanah senilai Rp 40 juta dan enam bendel blanko pendaftaran CPNS yang sudah terisi nama-nama korban. "Dari bukti ini, bisa dipastikan kalau tersangka melakukan penipuan karena uang dan berkas-berkas ini sudah diserahkan sejak September 2014 lalu," katanya.
Ketika polisi menggali keterangan lebih lanjut dari Edy, diketahui kalau Edy rupanya pernah melakukan hal serupa dua kali. Bahkan, Edy juga sudah pernah dipenjara dua kali, yaitu pada 2007 dengan hukuman penjara 18 bulan dan pada 2012 dengan hukuman penjara 20 bulan.
Informasi yang dihimpun Malang Post menyebutkan bahwa pada 2012 lalu korban Edy mencapai 17 orang dengan kerugian Rp 1 miliar. Saat itu, Edy diamankan Polres Ponorogo. Saat ini, Edy akan menjalani hukuman lebih berat karena telah berulang kali melakukan tipu daya tersebut. Dia dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara pidana maksimal 4 tahun penjara."Nanti kami kembangkan lagi kasusnya untuk mencari kemungkinan korban-korban lain," pungkas Budi. (erz/nug)