Karyawan Doremi Direhab Terpisah

Tempat hiburan Karaoke Doremi VIP tempat Chandra Ari Setiawan dan Yuni Wulandari bekerja.

“Artis” Karaoke Positif Narkoba
MALANG–Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, kemarin, memastikan tidak menahan dua karyawan Karaoke Doremi VIP. Yakni Yuni Wulandari, 21 tahun dan Chandra Ari Setiawan, 31 tahun yang positif memakai narkoba. Keduanya bakal direhabilitasi secara terpisah, di kawasan Kabupaten Malang dan Kota Malang.
Yuni yang indekos di Jalan Ranu Grati Sawojajar dan Chandra warga Jalan LA Sucipto, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing masih menjalani pemeriksaan di BNN, kemarin. Keduanya akan dilepaskan petugas setelah proses pemeriksaan selesai. Kemudian wajib menjalani  rehabilitasi, untuk menghilangkan ketergantungannya terhadap narkoba.
Hal itu dijelaskan Kepala BNN Kota Malang AKBP Hennry Budiman ditemui Malang Post di kantornya kemarin,
“Mereka hanya pengguna saja, makanya kasusnya tidak dilimpahkan ke kepolisian, tapi keduanya hanya menjalani rehabilitasi saja,’’ katanya.
Dia menyebutkan, rehabilitasi untuk korban narkoba menjadi program pemerintah. Tahun ini, rehabilitasi dilakukan untuk 100 ribu pengguna narkoba di seluruh Indonesia. “Untuk program ini anggarannya sangat besar, yaitu Rp 500 miliar,’’ imbuhnya.
Tidak dijelaskan secara detail ketergantungan Chandra maupun Yuni. Tapi yang jelas, menurut perwira ini, ketergantungan keduanya masih sebatas wajar. Sehingga dia pun memastikan penyembuhan keduanya pun tidak lama. Dari sesi tanya jawab, keduanya juga sama-sama memiliki keinginan kuat untuk sembuh.
“Dari hasil pemeriksaan, Chandra mengaku sudah menggunakan narkoba jenis sabu-sabu sejak dua tahun terakhir, sedangkan Yuni sejak tiga bulan terakhir,’’ terangnya.
Lalu kapan keduanya berangkat untuk direhabilitasi? Hennry menyebut Minggu (7/6) mendatang. Chandra direhabilitasi di Dodik Belanegara, Malang sedangkan Yuni direhabilitasi di HMC Dau.
“Awalnya Yuni akan bawa ke RSJ Lawang, tapi kemudian urung,’’ tegasnya.  
Untuk menunggu tanggal tersebut, keduanya dikatakan Hennry bebas. BNN tidak akan melakukan penahanan kepada keduanya. “Kami tidak memiliki hak untuk melakukan penahanan kepada korban narkoba. Itu sebabnya, setelah pemeriksaan ini selesai, keduanya bisa pulang. Tapi Minggu nanti harus kembali untuk kami antar ke tempat rehabilitasi,’’ urai dia.
Hennry juga mengatakan, saat menjalani pemeriksaan keduanya cukup kooperatif, sehingga petugas tidak khawatir terhadap keduanya. “Kalau kabur, kami sudah mengantongi identitasnya, jadi tidak mungkin kabur,’’ sergahnya.
Sekalipun tidak ditahan, kemarin Chandra mendapat kunjungan istimewa. Ya dia dijenguk oleh istri dan anaknya. Pria inipun  terlihat sumringah, saat melihat istri dan anaknya datang di ruang pemeriksaan. Bahkan, keduanya juga sempat bercengkrama hangat.
Sementara itu,  pihak Karaoke  Doremi Vip memastikan siap sanksi kepada Yuni dan Chandra. Memang tidak disebutkan sanksi apa yang akan diberikan, tapi yang jelas keduanya diamankan karena mengkonsumsi narkoba itu telah mencemarkan nama baik Karaoke Doremi VIP. “Sanksinya secara prosedural,’’ kata Direktur Doremi Grup Rudi Kuncoro.
Kemarin, Rudi mengaku sangat kecewa dengan perilaku dua anak buahnya itu. Padahal selama ini dirinya tidak pernah kurang memberikan nasihat untuk tidak main-main dengan narkoba. “Saat masuk kerja di sini, semua karyawan mengisi pernyataan bebas dari narkoba, Bahkan seminggu lalu, kami semua karyawan kami kumpulkan agar tidak menggunakan narkoba di manapun dan kapanpun. Lha ini kok malah tertangkap,’’ jelas Rudi yang didampingi oleh Manager Karaoke Doremi VIP Robert Darma.
Nasi sudah menjadi bubur. Yuni dan Chandra diamankan, karena positif menggunakan narkoba. Perbuatan keduanya pun sama sekali tidak dimaafkan oleh pihak karaoke. “Di sini ada lebih dari 50 karyawan. Kami sudah berusaha melakukan pembinaan terhadap mereka,’’ urainya.
Rudi juga menyebutkan, Yuni.dan Chandra bekerja di sana. Yuni merupakan Lady’s Companion (LC) di tempat karaoke beralamatkan di Jalan Candi Trowulan ini. Sedangkan Chandra sebagai server.
“Benar keduanya bekerja di sini. Yuni LC di sini, dia bekerja mulai pukul 20.00  sampai karaoke tutup. Sementara Chandra sesuai shift,’’ imbuh Rudi.
Lalu bagaimana kedua pasangan ini saat bekerja? Rudi mengaku keduanya cukup baik. Yuni cukup profesional dalam melaksanakan tugasnya. Termasuk Chandra, tidak pernah berulah saat bekerja. Secara fisik keduanya juga tidak nampak kalau mengkonsumsi narkoba. “Kami kaget juga kemarin, mendapat informasi jika ada karyawan yang diamankan karena mengkonsumsi narkoba,’’ akunya.
Disinggung hubungan keduanya, baik Rudi maupun Robert mengaku sama-sama tidak tahu. Selama ini, keduanya tidak memperlihatkan kedekatannya saat bekerja. “Kami tahunya justru di koran, kalau mereka itu punya hubungan. Kalau di sini mereka bekerja seperti karyawan pada umumnya. Kalau ngobrol sesama karyawan yang tidak masalah, yang pasti disini tidak pernah bermesraan,’’ tandasnya.(ira/ary)