Pasutri Tanam Pohon Ganja di Rumah

Ketiga tersangka dengan barang bukti batang pohon ganja yang diamankan.

MALANG - Jaringan narkotika di Kabupaten Malang tidak ada habisnya. Kemarin, Satuan Reskoba Polres Malang, kembali menangkap tiga orang yang kedapatan menanam pohon ganja asal Kecamatan Singosari. Dua diantaranya pasangan suami istri yang menikah secara siri.
Mereka adalah, Tigor Sinambela, 27 tahun, warga Jalan Mondoroko I, Desa Banjararum, Singosari, serta istri sirinya Yanti, 22 tahun, warga Desa Klampok Singosari. Satu tersangka lagi adalah Saiful Huda, 35 tahun, warga Desa Dengkol Singosari.
"Dari tangan mereka ini, kami mengamankan dua belas pohon ganja usia tiga bulan, serta sebungkus biji ganja seberat 2,9 gram. Kami juga mengamankan lemari dari kayu, yang sudah direnovasi untuk menanam ganja lengkap dengan alat-alatnya," ungkap Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Penangkapan ketiga ini, menurut Samsul, berawal dari informasi masyarakat bahwa di wilayah Singosari ada penanaman ganja. Berangkat dari informasi itu, satu tim Narkoba langsung diturunkan untuk melakukan penyelidikan. Selama tiga hari, akhirnya didapati nama Tigor Sinambela.
Polisi pun langsung menggrebek rumah Tigor dan berhasil mengamankannya bersama istri dan barang bukti sebatang pohon ganja. Selanjutnya, dikembangkan ke tempat kos Yanti, di Jalan Kendalsari Kecamatan Lowokwaru, diamankan sembilan batang pohon ganja.
"Dari penangkapan pasangan suami istri ini, kami kembangkan lagi dan berhasil menangkap Saiful Huda beserta dua batang pohon ganja," ujar Samsul.
"Mereka kami jerat dengan Pasal 111 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara. Dan denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 3 miliar, ditambah sepertiga dari ancaman pokok," sambung mantan Kanitreskrim Polsek Singosari.
Dalam pemeriksaan, Tigor mengaku sudah sejak 2014 lalu mengkonsumsi ganja. Ia mendapatkan ganja dari pelanggannya yang melukis tatto kepadanya. Biji dalam ganja dikumpulkan kemudian ditanam sendiri. "Saya mengetahui bagaimana cara menanam ganja, sekaligus alat yang digunakan dari internet," tutur Tigor.
Sementara Yanti, mengatakan ia tahu tanaman tersebut ganja. Tetapi ia tidak bisa menolak ketika dititipi pohon ganja oleh suaminya. "Saya sudah sempat menolak, tetapi dipaksa ya tidak bisa menolak," kata salah satu karyawati sebuah cafe di Jalan Soekarno Hatta Malang ini.
Begitu juga dengan Saiful Huda, ia mengatakan kalau hanya dititipi oleh Tigor. "Saya tidak bisa menolak karena dia teman baik saya," ucapnya.(agp/aim)