Gelapkan Rp 100 Juta, Darwis Ditahan

MALANG – Muhammad Darwis Hadi, 47 tahun, sejak akhir pekan kemarin, harus makan tidur gratis di Hotel Prodeo Polres Malang. Warga Jalan Singajaya, Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi ini, ditahan karena melakukan penggelapan. Korbannya Sueb Anwar, warga Dusun Karangasem, Desa Gondanglegi Wetan, Gondanglegi.
“Tersangka Darwis ini, kami tahan setelah bukti-bukti tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukannya sudah mencukupi,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Aksi penggelapan yang dilakukan Darwis ini, berawal pada bulan Maret 2012 lalu, ia mendatangi korban. Sebelumnya antara dirinya dengan Sueb Anwar, sudah saling kenal. Kedatangannya untuk menawarkan jasa pengurusan perpanjangan pajak kendaraan.
Kebetulan karena pajak kendaraan mobil Escudo N 1781 DY mau habis, korban lalu menyetujuinya. Selanjutnya keesokan harinya, Darwis mendatangi rumah Sueb. Tetapi karena korban tidak ada di rumah, ia lalu mendatangi toko milik korban di Pasar Pal Desa Sidorejo, Pagelaran.
Sebagai persyaratan perpanjangan, Darwis meminta STNK serta BPKB aslinya. Lantaran percaya, korban pun menyerahkannya. Setelah seminggu diurus, STNK serta mobil dikembalikan kepada korban. Sedangkan BPKB tidak diberikan, dengan alasan tertinggal di rumah.
Namun setelah lima bulan ditunggu-tunggu, bukannya BPBK mobil miliknya kembali. Sebaliknya, korban justru didatangi petugas debtcolektor. Petugas tadi menagih hutang dan mengatakan kalau BPKB mobil Escudo digadaikan di Koperasi Surya Jaya Sawojajar Kota Malang.
Karena merasa tidak meminjam, korban pun lalu mendatangi Darwis untuk menanyakannya. Saat ditanya, Darwis mengakui kalau BPKB digadaikan Rp 40 juta. Ia berjanji sanggup untuk melunasi dan menebus BPKB dalam waktu setahun.
Tetapi setelah setahun lebih, BPKB tidak kunjung dilunasi. Akhirnya korban yang merasa dirugikan, pada 1 Oktober 2014 melaporkannya ke Polres Malang. Berdasarkan laporan tersebut, polisi lalu menyelidiki selama beberapa bulan. Begitu bukti lengkap, petugas lalu menetapkan tersangka dan menangkap Darwis.
“Uang hasil gadai sebesar Rp 40 juta tersebut, saya gunakan untuk menebas burung kenari, dan dikirim ke Jakarta. Tetapi ternyata saya juga telah tertipu dan tidak bisa menebusnya,” tutur tersangka Darwis.
Selain menggelapkan BPKB mobil, tersangka juga menggelapkan uang Rp 60 juta milik istri Sueb Anwar. Uang sebesar itu, alasannya untuk bisnis pakan burung dan bisnis jual beli burung. Tetapi ternyata uangnya malah dihabiskan.(agp)