TKW Asal Bantur Dibunuh di Hongkong

BANTUR – Wiji Astutik Supardi (37 tahun), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dusun Krajan RT 04 RW 01 Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, tewas di Hongkong. Jasadnya ditemukan Senin pagi, 8 Juni 2015 di sebuah trotoar di daerah Mong Kok, Hongkong. Kali pertama jasad itu ditemukan oleh seorang pejalan kaki. 
Menurut keterangan dari Pejabat Konsuler di Konsulat Jenderal RI di Hongkong, Rafail Walangitan yang dihubungi pada Selasa, 9 Juni 2015, saat ditemukan, jasad ditemukan telah terbungkus di dalam kasur. Setelah diperiksa, tangan manusia menjulur keluar dari dalam kasur.
Pejalan kaki itu kemudian menghubungi polisi. Setelah diperiksa oleh polisi, jasad diketahui bernama Wiji Astutik Supardi 37 tahun Wiji Astutik (37), warga Dusun Krajan RT 04 RW 01 Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
"Kami mengetahui identitas korban dari recognition paper yang tersimpan di pakaian. Recognition paper adalah tanda yang bersangkutan mengajukan suaka ke imigrasi Hong Kong karena tinggal melebihi batas waktu yang ditentukan atau over stayer," papar Rafail.
Berdasarkan informasi yang dimiliki KJRI, Wiji masuk ke Hongkong pada 2007. Sesuai dengan ketentuan izin kerja, maka seharusnya warga asal Malang itu kembali ke Indonesia pada 2009.
Tetapi, dia pernah mengalami masalah ketenagakerjaan dengan majikannya, sehingga pada 2008, KJRI tercatat pernah membuatkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang mengharuskan Wiji pulang ke Tanah Air.
Menurut laporan BBC, Wiji diduga kabur dari KJRI dan malah mengajukan diri sebagai pengungsi ke imigrasi Hongkong.
"Alasan mengajukan suaka bisa bermacam-macam. Bisa karena jiwanya terancam atau kalau kembali ke Tanah Air akan diperlakukan kasar," kata Rafail. (agp/mp)