Pencuri dan Penadah Dibekuk

Kedua tersangka, Samsul Arifin alias Mail dan Riyanto alias Tombur beserta barang bukti.

MALANG – Niat Samsul Arifin alias Mail, 53 tahun, untuk mencukupi kebutuhan hidup ketiga anaknya memang baik, namun caranya saja yang salah. Ia mencari uang dengan cara mencuri. Begitu perbuatannya terbongkar, warga Dusun Petungroto, Desa Babadan, Ngajum yang kos di Desa Karangnongko, Pakisaji ini harus meringkuk di Polsek Pakisaji, sejak Selasa lalu.
Ia dijebloskan ke dalam terali besi, karena mencuri di dalam salon kecantikan, milik Ning Tyas di Jalan Raya Pakisaji. Selain Mail, polisi juga menangkap Riyanto alias Tombur, 40 tahun, warga asal Desa Sutojayan, Pakisaji, yang tinggal satu kos. Pria yang tubuhnya penuh tato ini, ditangkap karena sebagai penadah barang curian. Akhirnya malah membuat ketiga anaknya susah.
“Mereka kami tangkap hampir bersamaan di satu lokasi. Selain mereka berdua, kami juga mengamankan semua barang bukti yang belum sempat terjual,” ujar Kapolsek Pakisaji, AKP Amung Sri Wulandari kepada Malang Post, kemarin.
Aksi pencurian, terjadi Minggu (7/6) dini hari lalu. Sebelum disatroni pencuri, Salon Ning Tyas tersebut, baru saja dilaunching Kamis (4/6) lalu. Sabtu (6/6) pagi, salon buka pukul 05.00 dan tutup pukul 10.00. “Salon kami buka pagi karena melayani anak wisuda,” kata Ning Tyas.
Ketika salon tutup inilah, Mail yang sebelumnya sudah menggambar lokasi ini beraksi. Modusnya dengan menggunakan tali tampar dan tangga, ia masuk dengan melompat pagar dinding belakang, naik ke atas dan menjebol atap salon.
Begitu berada di dalam, Mail menguras beberapa barang berharga. Semua barang curian tidak langsung dijual, melainkan dititipkan kepada Riyanto alias Tombur untuk dijualkan. Aksi pencurian baru diketahui, Minggu pagi oleh Hani, salah satu karyawan salon saat buka.
Melihat kondisi ruangan salon berantakan serta banyak barang yang hilang, Hani lalu memberitahukan kepada Ning Tyas, yang kebetulan berada di Bali. Selanjutnya kejadian pencurian dilaporkan ke Polsek Pakisaji. Berdasarkan laporan itu, polisi lantas menyelidikinya.
“Kami mendapat informasi bahwa tersangka Riyanto alias Tombur ini menjual barang-barang curian. Dari informasi itulah, kami lalu menangkap Tombur lalu mengembang ke tersangka Mail,” tutur Amung.
Dalam pemeriksaan, Tombur mengatakan mau dititipi barang curian oleh Mail, karena merasa kasihan. Sedangkan Mail mengaku nekat mencuri karena butuh uang untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya.(agp/aim)