Anggota Polsek Sedati Edarkan Sabu 13 KG

MALANG POST  – Kasus memalukan terait narkoba kembali menerpa aparat penegak hukum. Kali ini, Polrestabes Surabaya menangkap Aiptu Abdul Latif (41 tahun), anggota Polsek Sedati Sidoarjo, karena mengedarkan 13 kg sabu-sabu.
Tidak hanya Abdul Latif. Dalam aksinya, pelaku juga dibantu Indri (35 tahun) warga kota Malang dan Susi (30 tahun) warga Bangil, Pasuruan. ‘’Semua sudah kita jebloskan ke penjara,’’ kata Irjen Pol Anas Yusuf, Kapolda Jatim di Mapolda Jatim, kemarin siang.
Dikatakan Anas, penangkapan diawali dengan membekuk Indri di kamar kosnya dikawasan Sedati, Sidoarjo. Saat itu, Satreskoba Polrestabes Surabaya menemukan 13 kg sabu-sabu. Dari situ, Indri mengaku, kalau barang haram itu bukan miliknya melainkan milik Latif. ‘’Saat penggeledahan ditemukan sabu seberat 13 kg. Lalu dilakukan interogasi dan dia (Indri) mengaku kalau sabu tersebut milik Abdul Latif,’’ ungkapnya Anas dengan menunjukkan sabu-sabu yang kini dijadikan barang bukti.
Pasca pengakuan Indri, petugas menggeledah rumah Abdul Latif. Ketika diinterogasi pelaku menyebut kalau sabu-sabu dipasok Susi, yang tengah menjalani hukuman di LP Medaeng. ‘’Ketika ditangkap di Medaeng, Susi mengaku sabu itu milik dari napi di Nusakambangan berinisial YYK (Yoyok),’’ jelasnya.
Disebutkan Anas, dari kasus yang mencoreng korps Bhayangkara ini dipastikan Abdul Latif akan disanksi pemecatan. Sanksi diterapkan setelah ada ketetapan hukum tetap. ‘’Kami jamin, pelaku sudah ditahan dan tidak ada keringanan bagi pelaku narkoba,’’ katanya dengan menyebut pihaknya minta hukuman untuk Abdul Altif agar ditambah lebih berat.
Pada kesempatan terpisah, Bambang Irawan Kepala LP Medaeng menyebutkan, tidak mungkin sabu diambil dari rumah tahanan yang dia jaga. Penyebutan Rutan Medaeng dalam kasus ini hanya pengalihan isu. ‘’Kami seolah selalu dipojokkan,’’ keluh Bambang.
Ditambahkan dia, secara logika, sabu tidak mungkin didapat dari dalam Rutan Medaeng. Karena petugas selalu rutin memeriksa kamar para narapidana. ‘’Ihwal pemeriksaan yang telah dilakukan Porlestabes Surabaya kami belum mengetahui detailnya. Kami masih menunggu,’’ ujar Bambang meyakinkan sembari mengeluh pihaknya telah dikambing hitamkan. (has/udi)