Simpan Sabu Diringkus

AKP Nunung Anggraeni menunjukkan barang bukti sabu-sabu dan dua tersangka narkoba di Polres Malang Kota kemarin

MALANG – Upaya anggota reskoba Polres Malang Kota memberantas pelaku peredaran narkoba terus dilakukan. Terbukti, satu persatu pelaku berhasil diringkus petugas,
Terbaru, petugas berhasil menangkap  dua orang  yakni Abdul Ghofur, 29 tahun, warga Jalan Untung Suropati Selatan dan Jibril Abdul Azis, 34 tahun warga perumahan Graha Dewata. Dari tangan keduanya, petugas mengamankan barang bukti dua poket sabu-sabu dan satu unit ponsel merek Samsung.
“Dua tersangka ini ditangkap Kamis (4/6/2015) lalu. Tapi karena kepentingan penyidikan, baru sekarang bisa dirilis,’’ terang Kabag Humas Polres Malang AKP Nunung Anggraeni kemarin.
Ditambahkan, kali pertama ditangkap adalah Abdul Ghofur. Pria yang kesehariannya membantu kakaknya berjualan ikan hias di pasar burung Splindid ditangkap petugas di Jalan Pajajaran, setelah membeli sabu-sabu dari rumah Jibril. “Abdul  Ghofur ditangkap sekitar pukul 00.30 WIB, saat digeledah ditemukan satu poket sabu-sabu seberat 0.25 gram di saku celana bagian depannya,’’ tambahnya.
Tidak sulit untuk membuka mulut Abdul Ghofur. Saat petugas bertanya identitas orang yang menjual sabu-sabu  kepadanya, bujangan ini langsung menyebut nama Jibril. Dari keterangan Abdul Ghofur , petugas mengembangkan dengan menangkap Jibril.“Tersangka Jibril ditangkap di rumahnya. Dari tangannya anggota reskoba juga berhasil mengamankan satu poket sabu-sabu, yang disimpan dibawah spring bed kamar rumahnya,’’  urainya.
Sedangkan Jibril justru berbelit saat petugas mengorek orang yang menyuplainya sabu-sabu. Kepada petugas, karyawan salah satu biro perjalanan ini  mengatakan membeli kepada seseorang warga Madura. Dan transaksi dilakukan di terminal Arjosari.
“Abdul Ghofur mengenal Jibril karena dia sering membeli ikan hias. Sejak Febuari lalu, Abdul Ghofur membeli sabu-sabu sebanyak lima kali. Sabu tersebut digunakan sendiri, alasannya untuk menjaga stamina, agar tidak mudah sakit saat bekerja,’’ katanya.
Senada Jibril pun mengatakan dirinya tidak mencari keuntungan saat berjualan sabu-sabu kepada Abdul Ghofur. Dia hanya mengaku, sebelumnya membeli sabu-sabu seberat ½ gram Rp 800 ribu. Sabu tersebut kemudian dibagi dua, satu poket untuk dirinya, dan satu poket lagi di berikan kepada Abdul Ghofur. “Tersangka Jibril tidak menarik keuntungan dari penjualan sabu-sabu. Dia menjual sabu-sabu tersebut Rp 400 ribu, sesuai dengan uang yang dititipkan Abdul Ghofur,’’ tandas Nunung.(ira/nug)