Jual Pohon dipolisikan

MALANG – Di usianya yang sudah setengah abad, Sopii harus meringkuk di balik terali besi Mapolres Malang, sejak Kamis lalu. Warga Desa Kedung Pedaringan, Kecamatan Kepanjen ini, ditahan karena melakukan penipuan. Korbannya Ponimin, 53 tahun, warga Jalan Ikan Gurami, Kelurahan Tunjungsekar, Lowokwaru.
“Tersangka Sopii ini, kami tangkap di rumahnya setelah sebelumnya kami mendapat laporan dari korban. Barang bukti yang kami amankan adalah selembar kwitansi penjualan,” ungkap Kanit Idik I Reskrim Polres Malang, Ipda H Eko Utomo.
Aksi penipuan yang dilakukan Sopii ini, terjadi pada bulan Februari 2015 lalu. Kisahnya, berawal dari korban meminta tolong pada tersangka untuk menjualkan pohon jenis sengon, randu serta johar, yang jumlahnya 70 batang. Pohon itu ada di Desa Jenggolo, Kepanjen.
Mereka pun sepakat. Termasuk harga seluruh pohon senilai Rp 8 juta. Namun setelah disepakati, ternyata oleh Sopii dijual kepada Rasimin, warga Desa Sukorejo, Gondanglegi senilai Rp 4,5 juta.
Setelah terjual, uang hasil penjualan tidak diserahkan kepada korban. Digunakannya untuk keperluan pribadi. Membayar utang dan mencukupi kebutuhan keluarganya.
Kasus itupun terungkap bermula ketika korban meminta uang hasil penjualan. Setelah mengetahui kalau pohonnya sudah laku. Ketika ditagih, tersangka mengatakan kalau uangnya dipakai. Ia menjanjikan akan mengembalikan selama sebulan. Tetapi karena tidak kunjung dibayar, akhirnya dilaporkan ke Polres Malang.(agp)