Home Industri Rokok Ilegal Digerebek

SIDOARJO - Aparat gabungan dari Kodim 0816 dan Sat Reskrim Polres Sidoarjo melakukan penggerebekan home industri rokok illegal, Kamis (11/6) malam. Selama hampir 1,5 tahun, home indutri rokok illegal ini berjalan dengan disamarkan melalui UD. Sifa Jaya, yang berkedok memproduksi kerupuk. Sang pemilik bisnis ilegal tersebut yakni Fauzi (28) warga Desa Kemiri RT 07 RW 03 Kecamatan Sidoarjo.
Ketika melakukan penggerebekan, tim gabungan sulit untuk masuk di lokasi pabrik karena pintu gerbang menggunakan tombol otomatis. Bahkan, terjadi perdebatan sengit antara petugas dengan satpam yang melarang petugas masuk. Akhirnya, petugas diizinkan untuk masuk ke home industri rokok illegal tersebut. Ketika petugas masuk, semua karyawan yang diperkirakan sekitar 25 orang itu, semburat.
Hasilnya, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 2 alat pembuat rokok, 6 kardus rokok sudah jadi, gabus atau filter sebanyak 75 kardus, bungkus rokok merk RX 8 sebanyak 8 dus dan karton untuk packing rokok sebanyak 1500 buah.
BB lainnya yakni sebanyak 75 karung tembakau, saus rokok 1 drum, 1 mesin pemotong rokok, 12 rol kertas filter, kertas filter coklat 7 rol, 1 unit mobil box L-300 nopol W- 9290- NK dan 1 truk nopol W-9115- VR yang biasanya digunakan untuk bongkar muat rokok illegal tersebut.
Sementara itu, Fauzi sebagai pemilik home industri rokok illegal tersebut engan berkomentar dan memilih menghindar ketika hendak dikonfirmasi wartawan. "Maaf, mau ke kamar mandi dulu," ujarnya.
Sementara, Dandim 0816 Letkol Kav Rizky Indra Wijaya mengatakan bahwa penggerebekan yang dilakukan tim gabungan itu bermula dari informasi masyarakat kepada intel Kodim. Kemudian, informasi tersebut dilakukan pendalaman untuk memastikan kebenarannya. Ternyata, informasi tersebut valid sehingga pihaknya langsung berkordinasi kepada Kapolres Sidoarjo AKBP Anggoro Sukartono
"Kapolres meminta kepada anak anggotanya beserta anggota Kodim langsung ke lokasi untuk melakukan penggrebekan," ujarnya.
Letkol Kav Rizky Indra Wijaya menambahkan, rokok illegal tersebut sengaja diproduksi malam hari mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. "Disini pekerjaannya malam hari," terangnya.
Terpisah, Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Sidoarjo Ipda Hari Siswanto mengatakan bahwa rokok yang sudah diberi pack dan siap kirim tersebut menggunakan pita palsu. "Satu pack rokok berisikan 20 batang. Namun, di pita bertuliskan berisi 16 batang," terangnya.
Petugas akhirnya mendata dan membawa sebagaian rokok ilegal tersebut sebagai barang bukti. Petugas juga memasang police line lokasi produksi rokok merek tidak terkenal itu. "Kami juga masih mendalami dokumen-dokumen izinnya," ujar Ipda Hari Siswanto. (jpnn/bg/udi)