Amankan Ratusan Motor di Dampit dan Wajak

MALANG - Menjelang bulan Ramadan, Satuan Reskrim Polres Malang panen besar. Ratusan sepeda motor yang dicurigai dari hasil kejahatan diamankan dari dua tempat pegadaian. Yaitu di Jalan Semeru Selatan, Kelurahan/Kecamatan Dampit, serta Kampung Tengah Jalan Semeru, Desa/Kecamatan Wajak.
Di Kecamatan Dampit, polisi menggerebek rumah sekaligus pegadaian STNK dan motor milik TN (Tongan Napitupulu). Di rumah  yang terletak persis  di pinggir jalan raya ini, polisi mengamankan 86 unit sepeda motor berbagai merek dan jenis. Semua kendaraan yang diamankan kondisinya masih bagus.
Sedangkan di Kecamatan Wajak, polisi menggerebek rumah sekaligus pegadaian 'Uli Jual Beli dan Gadai Motor' milik DD (Daud). Dari rumah yang berada di tengah perkampungan ini, polisi mengamankan sekitar 200 unit sepeda motor. Sepeda motor disimpan di dalam gudang, dapur, ruang tamu, teras serta dititipkan di rumah tetangga.
"Sepeda motor yang kami amankan ini, semuanya ada STNK. Untuk memastikan apakah memang motor hasil kejahatan, akan kami bawa ke Polres Malang. Selanjutnya bekerjasama dengan Satuan Lalu Lintas untuk mengecek status kendaraan apakah ada yang diblokir atau tidak," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Kali pertama polisi menggerebek rumah TN. Saat digerebek, TN sedang berada di rumahnya. Selain mengamankan barang bukti motor, polisi juga mengamankan TN. Ia dimintai keterangan terkait asal usul kendaraan. Barang bukti motor diangkut dengan sebelas kendaraan truk untuk dibawa ke Polres Malang. "Statusnya masih saksi, karena masih dimintai keterangan," ujar Wahyu.
TN sendiri, yang meminta didampingi kuasa hukumnya, tidak banyak memberikan keterangan apapun. Ia bahkan sempat menolak ketika diambil gambar. "Sudah mas, jangan ambil gambar, saya malu," katanya.
Menurut keterangan warga sekitar, TN sudah sekitar 15 tahun membuka pegadaian khusus STNK dan motor. Sebelumnya ia membuka pegadaian di Jalan Semeru (depan Mapolsek Dampit). Kemudian pindah di Jalan Semeru Selatan, dan membuka di rumahnya.
"Kami tidak tahu apakah motor itu hasil kejahatan atau tidak. Setahu kami hanya pegadaian saja, tidak tahu kalau di dalam rumahnya juga banyak motor," tutur beberapa warga sekitar.
Usai menggerebek rumah TN, penggerebekan dilanjutkan ke Kecamatan Wajak. Dipimpin Kabag Ops Polres Malang, Kompol Decky Hermansyah, polisi menggerebek rumah DD. Ratusan barang bukti diamankan dari rumah DD ini.
Proses pengangkutan barang bukti sepeda motor di rumah DD ini, membutuhkan waktu lama hingga malam hari dan membutuhkan belasan kendaraan truk untuk mengangkut. Selain itu, sekitar lokasi juga dipadati warga sekitar yang ingin melihat langsung.
"Barang bukti sepeda motor ini, hasil dari pengembangan kasus ungkap curanmor. Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, kami serahkan ke Satuan Reskrim," kata Decky Hermansyah.
Sumariyanto, Ketua RW11, mengatakan bahwa DD adalah warga pendatang. DD baru sekitar lima tahun ini, pindah di Kampung Tengah, Jalan Semeru, Wajak. Sebelumnya, DD membuka pegadaian di depan Balai Desa Wajak, kemudian pindah ke wilayah Desa Blayu, dan terakhir pindah ke Jalan Semeru Wajak.
"Kalau aktivitas di dalamnya saya tidak tahu. Termasuk apakah sepeda motor yang diamankan hasil kejahatan, warga sekitar tidak tahu. Kami tahunya hanya membuka usaha bisnis pegadaian. Setiap harinya memang ada saja orang yang datang menggadaikan sepeda motor," jelas Sumariyanto.(agp/nug)