Pelaku Utama Begal Ditembak

MALANG – Operasi Satreskrim Polres Malang, yang menemukan ratusan sepeda motor, ternyata tak main-main. Buktinya, tiga dari empat orang yang diamankan, ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, WT (Wiwit), warga Kecamatan Dampit sebagai pelaku utama perampokan sekaligus pembegalan, ditembak polisi.
Dalam kasus itu. seorang lagi masih berstatus terperiksa (saksi). Penetapan tersangka setelah mereka menjalani pemeriksaan marathon. Ketiga tersangka tersebut adalah WT (Wiwit) yang dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan (perampokan), pasal 368 KUHP sub 363 KUHP tentang perampasan dan pencurian. Dan Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, karena kedapatan membawa senjata tajam tanpa izin.
Selain menjerat pasal berlapis, polisi juga terpaksa menembak kakinya. Dua butir peluru bersarang di kaki kanan WT, karena berusaha kabur ketika dikeler Sabtu (13/6) malam lalu.
“Pengakuannya baru dua kali. Yaitu melakukan perampokan di Kepanjen dan pembegalan di wilayah Turen. Tetapi, kami tetap akan mengembangkan kasusnya, karena dugaan masih ada TKP lain,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Dua tersangka lainnya, adalah SH (Sahir) dan TN (Tongan Napitupulu) warga Kecamatan Dampit. Keduanya dijerat pasal 480 KUHP, tentang penadah hasil kejahatan. SH, menjadi penadah karena menerima satu unit motor dari WT. Begitu juga dengan TN pemilik pegadaian di Dampit, yang terbukti menerima beberapa motor dari WT.
“Sedangkan untuk DD (Daud), pemilik pegadaian di Wajak, saat ini masih kami periksa. Keterlibatannya masih kami dalami. Jika memang nantinya terbukti, maka akan juga kami jadikan sebagai tersangka,” jelas Wahyu.
“Selain itu, kami saat ini juga masih terus mengembangkan perkaranya. Termasuk memburu satu pelaku utama yang kabur saat akan kami tangkap, yaitu berinisial EK,” sambungnya.
Sementara itu, total seluruh kendaraan sepeda motor yang diamankan Polres Malang, sebanyak 306 unit. Sebanyak 88 unit sepeda motor diamankan dari ketiga tersangka. Dua motor dari tangan WT serta SH, sedangkan 86 unit motor dari penggrebekan di pegadaian milik TN.
Sedangkan 218 unit motor, diamankan dari penggerebekan di pegadaian milik DD di Kecamatan Wajak. “Dari seluruh motor yang kami amankan itu, untuk 88 unit motor yang diamankan di Dampit sudah kami lakukan cek fisik. Sedangkan 218 motor dari Wajak, baru 116 motor yang sudah dicek fisik. Sementara 102 motor, masih belum. Untuk hasil cek fisik, besok (hari ini, Red) akan kami sampaikan,” paparnya.(agp/mp)