Pegadaian Tidak Berizin

Dua pemilik tempat pegadaian yang digerebek Polres Malang, karena diduga menerima gadai motor hasil kejahatan, terancam dijerat dengan Undang-undang Perbankan. Pasalnya, dari penyelidikan yang dilakukan polisi, dua pegadaian tersebut ternyata tidak memiliki izin usaha.
Untuk membuktikan pelanggarannya, polisi saat ini masih melakukan pendalaman dan pengkajian. Sekaligus masih akan berkoordinasi dengan saksi ahli pidana serta otoritas jasa keuangan (OJK).
“Dari pemeriksaan yang kami lakukan, memang tidak memiliki izin usaha. Karenanya, sekarang ini kami masih mengkaji untuk menerapkan Undang-undang Perbankan,” ujar AKP Wahyu Hidayat.
Ironisnya, kendati tidak memiliki izin usaha, namun dua pegadaian ini sudah berdiri sejak sekitar 15 tahun lalu. Tetapi selama itu, sama sekali tidak pernah mendapat teguran. Pegadaian ‘bodong’ ini baru terungkap, setelah polisi menggerebeknya, Sabtu (13/6) lalu.
Sementara itu, polisi kini juga masih mendalami adanya keterlibatan pihak lain. Dalam hal ini adalah petugas debt collector dari perusahaan leasing atau finance. Karena diindikasi, selain hasil kejahatan seperti curanmor dan perampasan, ratusan motor tersebut juga berasal petugas debt collector yang nakal.
Di mana motor yang diambil paksa (jabel, Red) karena mengalami kredit macet, tidak disetorkan kepada perusahaan. Melainkan oleh petugas debt collector digadaikan kepada TN ataupun DD. Sebab, jika motor jabel dikembalikan ke perusahaan, komisi yang didapat hanya sedikit. Namun bila digadaikan, untung yang didapat bisa sampai tiga kali lipat.
“Ini yang masih akan kami koordinasikan dengan pihak finance. Sebab semua kendaraan yang kami amankan, kondisinya masih baru dan memiliki STNK. Jika memang kecurigaan itu benar adanya, maka tersangkanya bisa bertambah. Karena itu, saat ini kami masih terus mengembangkan perkaranya,” paparnya.
Sementara, pasca penggrebekan ratusan motor yang diduga hasil kejahatan, kemarin banyak warga yang merasa kehilangan datang ke Polres Malang. Sembari membawa bukti surat-surat kendaraan dan bukti laporan polisi, mereka mengecek.
“Jika memang menemukan kendaraannya yang hilang dicuri atau menjadi korban penggelapan, maka masyarakat bisa langsung menemui petugas kami di posko pengaduan yang sudah disiapkan,” tuturnya.(agp/ary)