Razia Pasangan Mesum

MOJOKERTO - Sejumlah hotel kelas melati di dua kecamatan yang berada di wilayah hukum Polres Mojokerto dirazia, Senin (15/06/2015). Razia dilakukan petugas Polres Mojokerto menjelang bulan Ramadan dengan sasaran pasangan yang bukan suami-istri menginap di kamar hotel.
Puluhan pasangan mesum tersebut diamankan dari sejumlah hotel di Kecamatan Pungging dan Puri. Razia gabungan tersebut dilakukan bersama anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto, berawal di salah satu hotel yang berada di Kecamatan Pungging.
Di hotel ini, petugas mendapati delapan pasangan yang bukan suami-istri menginap dalam satu kamar. Mereka diangkut mobil Satpol PP dan dibawa ke Mapolres Mojokerto untuk di data. Razia dilanjutkan di dua hotel yang berada di Kecamatan Puri. Satu per satu kamar tak luput dari pemeriksaan anggota.
Di hotel depan Terminal Kertajaya Kota Mojokerto ini, petugas menemukan enam pasangan mesum menginap di kamar hotel bertarif Rp75 ribu hingga Rp100 ribu tersebut. Sebanyak enam pasangan mesum tersebut digiring naik ke mobil Satpol PP untuk dibawa ke Mapolres Mojokerto guna dilakukan pendataan.
Razia bergeser ke salah satu hotel yang berada di Jalan Raya By Pass, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sejumlah kamar yang diketuk petugas, tak satu kamarpun ditemukan pasangan mesum. "Ada 14 pasangan bukan suami-istri yang terjaring razia pekat kali ini," ungkap Kasubag Humas Polres Mojokerto, Ipda Sariyanto.
Menurut Kasubag Humas, umur tertua 61 tahun dan 18 tahun. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Mojokerto saja, namun juga luar kota. Diantaranya, Kota Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya. Mereka didata dan dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. "Razia ini merupakan operasi pekat semeru yakni operasi penyakit masyarakat. Operasi ini tidak hanya dilakukan menjelang bulan puasa saja, sasarannya yakni penyakit masyarakat seperti prostitusi, gelandangan dan pengemis sehingga kita juga melibatkan dinas terkait seperti Satpol PP," jelasnya. (jpnn/bj/udi)