Warga Wajak Jadi Tersangka Tambahan

MALANG – Pemilik pegadaian ‘Uli Jual Beli dan Gadai Motor’ di Kampung Tengah, Jalan Semeru, Desa/Kecamatan Wajak, akhirnya ikut dijadikan sebagai tersangka. Penetapan DD (Daud) sebagai tersangka, setelah melalui proses pemeriksaan cukup lama.
DD, tidak dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadah hasil kejahatan, seperti TN (Tongan Napitupulu) pemilik pegadaian di Kecamatan Dampit. Sebaliknya DD dijerat dengan Undang-Undang Perbankan. Karena dari pemeriksaan sementara, dari 218 unit sepeda motor yang diamankan darinya, belum ditemukan yang berasal dari hasil kejahatan.
“Ada satu lagi yang sudah kami jadikan sebagai tersangka. Yaitu DD, pemilik pegadaian di Wajak. Ia kami jerat dengan pasal 46 Undang-undang nomor 10 tahun 2008, karena melakukan perbuatan praktek perbankan secara ilegal. Ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Bagaimana dengan TN, apakah juga akan dijerat dengan pasal yang sama, karena selain menjadi penadah motor, usaha pegadaian juga tidak memiliki izin. “Sama seperti DD, untuk TN nantinya kemungkinan besar juga kami jerat dengan Undang-undang Perbankan. Tetapi kami masih mendalami dan menyelidikinya lebih dulu,” ujarnya.
Untuk hasil dari pemeriksaan cek fisik ? Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, menerangkan dari beberapa sepeda motor yang sudah dilakukan cek fisik, ada lima unit kendaraan dengan nama yang sama. Motor tersebut kondisinya masih bagus, dan digadaikan kepada satu tempat.
“Ini yang masih kami kembangkan. Karena selain hasil kejahatan pembegalan dan curanmor, juga ada barang bukti yang hasil penggelapan atau fidusia. Karenanya kami akan berkoordinasi dengan pihak finance untuk ikut mendata barang bukti motor ini,” paparnya.
Sementara itu, masyarakat Malang Raya yang pernah merasa kehilangan sepeda motor, sejak pagi sampai sore kemarin terus berdatangan ke Polres Malang. Mereka mengecek kendaraannya yang pernah hilang, dengan membawa surat kendaraan dan surat kehilangan dari polisi.
Salah satunya Heri Setyo, warga Jalan Sawojajar IX Malang. Ia datang untuk mengecek sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam yang pernah dirampas di Jalan S Supriadi Malang, ketika dipakai oleh anaknya. “Warnanya hitam. Ini masih mencari satu-satu, siapa tahu ada motor saya yang pernah dirampas dulu,” kata Heri Setyo.
Sekadar diketahui, dengan tambahan penetapan satu tersangka, maka sudah empat orang yang dijadikan tersangka. Selain DD, ada tiga tersangka lagi yang ditetapkan tersangka lebih dulu. Pertama tersebut adalah WT (Wiwit), warga Kecamatan Dampit.
Ia merupakan pelaku utama perampokan sekaligus pembegalan. WT terpaksa diberi hadiah timah panas di kaki kanan karena mau kabur. Dua tersangka lainnya, adalah SH (Sahir) dan TN (Tongan Napitupulu) warga Kecamatan Dampit. Keduanya dijerat pasal 480 KUHP, tentang penadah hasil kejahatan.(agp/ary)