Tangkap Basah Pencuri Kayu

NGANTANG – Petugas gabungan dari Perhutani dengan unit Reserse Kriminal (reskrim) Polsek Ngantang berhasil menangkap basah penjarah hutan di Hutan Boyak petak 18 R yang masuk wilayah Resort Pemangku Hutan (RPH) Ngantang.
Amin, 59 tahun, warga Dusun Mantung, Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang tertangkap basah sedang menebang Pohon Mahoni yang ada di hutan ini. Selain menangkap tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah motor nopol N 3722 AB, sebilah sabit dan gergaji genggam.
Barang bukti lain yang diamankan adalah satu gelondong kayu mahoni panjang 110 centimeter,  dengan diameter 14 centimeter. Kapolsek Ngantang, AKP Sahraku saat dikonfirmasi masalah ini membenarkan penangkapan tersebut.
“Tersangka kita jerat dengan UU Nomor 18 tahun 2013 pasal 87 tentang pencegahan pemberantasan kerusakan hukuman. Sesuai dengan UU ini, tersangka diancam hukuman penjara minimal 5 tahun penjara,” ujar kapolsek mendampingi Kapolres Batu, AKBP Decky Hendarsono.
Penangkapan ini bermula dari informasi yang diterima petugas bahwa di Petak 18 R sering ada aktifitas penebangan pohon. Petak ini memang sering dimasuki para penjarah hutan lantaran lokasinya yang terjangkau, kendaraan roda dua bisa masuk ke dalam hutan, jalan kampung pun letaknya cukup dekat.
Berdasarkan informasi tersebut, petugas gabungan mengadakan patrol dan menangkap basah Amin sedang menebang pohon. Ia tidak menyangka ada petugas datang, lantaran petugas masuk ke dalam hutan dengan cara jalan kaki.
Ia baru menyadari kalau petugas sudah mengepungnya. Kepada petugas Amin membela diri kalau pohon yang ditebangnya adalah pohon yang mati. “Padahal pohon yang ditebangnya masih hidup, berdiri tegak,” ujar Aiptu Karjito, Kanit Reskrim Polsek Ngantang. (muh/feb)