Pencuri Apel Babak Belur

BATU- Amuk massa terjadi di Dusun Tegalsari Gandon, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. Seorang maling buah apel menjadi sasaran amuk massa, sekujur badannya pun remuk hingga harus dilarikan ke RS Bhayangkara.
Beruntung anggota Polsek Bumiaji bisa meredam amukan massa, hingga nyawa Hariyanto alias Andrianto, 53 tahun, warga Kelurahan Pandegiling, Jalan Cokroaminoto 8, Surabaya bisa diselamatkan.
Andrianto digebuki massa karena tertangkap basah sedang mengangkut hasil curian buah apel miliknya. Sementara temannya yang bernama Sugeng, 45 tahun, warga Tlekung, Kecamatan Junrejo berhasil lolos dari kepungan massa.
Sugeng kabur dengan naik motor meninggalkan Andrianto yang jadi bulan-bulanan massa. Selain menangkap Andrianto, polisi mengamankan barang bukti berupa lima karung penuh berisi apel senilai kurang lebih Rp 3 juta.
Kapolsek Bumiaji, AKP Sukatno saat dikonfirmasi masalah ini membenarkan kejadian tersebut. “Satu pelaku lainnya masih kita lakukan pengejaran,” terang kapolsek mendampingi Kapolres Batu, AKBP Decky Hendarsono.
Dari rekam data kriminalitas yang dimiliki oleh Polsek Bumiaji, Andrianto merupakan pelaku kriminalitas lama, ia pernah ditangkap oleh Polsek Bumiaji karena mencuri diesel. Saat itu Andrianto beralamatkan di Lawang, sekeluar dari tahanan, Andrianto pindah ke Surabaya, namun ia tetap beraksi melakukan pencurian di wilayah Kecamatan Bumiaji.
Termasuk Senin (15/6) malam, Andrianto dan Sugeng merencanakan melakukan pencurian. Sasarannya adalah kawasan kebun apel di Dusun Tegalsari. Ada dua kebun yang disatroni malam itu, yakni kebun apel milik Edi Suhariyanto, 55 tahun, warga Desa Sumbergondo dan kebun milik Darmanto, 24, warga Desa Sumbergondo.
Kedua orang ini masuk kawasan kebun apel sekitar pukul 18.30 melalui Dusun Gandon, Desa Sumbergondo. Pukul 22.00, mereka mulai menurunkan karung berisi apel ke jalan raya, dari situ, apel ini dilarikan dengan menggunakan motor.
Namun saat itu, ternyata suasana Dusun Gandon masih sangat ramai, hingga akhirnya kedua pelaku memilih bertahan di tengah kebun apel. Padahal beberapa karung apel sudah terlanjur diangkut dan disembunyikan di pinggir jalan.
Baru sekitar pukul 03.00 pelaku bermaksud memindahkan hasil curiannya ke tempat lain. Namun tidak disangka, ternyata massa sudah banyak yang menyanggong di tempat keduanya menyembunyikan apel.
“Warga sudah menyanggong sejak sore hari, kita curiga kok ada karung apel dipinggir jalan, kita sanggong hingga akhirnya keduanya turun sambil memanggul apel, massa pun langsung menyerbu,” ujar salah seorang warga.
Edy pemilik lahan membenarkan bahwa selama ini para petani apel di kawasan ini resah karena sering kehilangan apel, terlebih akhir-akhir ini harga buah apel sangat tinggi, sehingga semakin membuat warga marah.  
Karena perbuatannya ini, tersangka Andrianto dijerat dengan KUHP pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (muh/feb)