Bersenjata Pancor, Bapak Hajar Anak

Tersangka Heru Nuryanto

Tak Setuju Buka Warung Kopi, Berujung Sel
TUREN – Persoalan kecil, ternyata bisa menjadi runyam dan berujung penjara. Itulah yang dialami bapak dan anak asal Desa Sedayu, Kecamatan Turen. Bapak  bernama Heru Nurtantyo, 49 tahun, menyabet anak kandungnya sendiri, Sarif, 22 tahun, memakai belati, hingga luka-luka. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (5/6) lalu. Akibat kejadian tersebut, Heru ditangkap petugas Polsek Turen dan langsung dijebloskan ruang tahanan, Senin (15/6) malam. Sang anak yang mengalami luka-luka pada bahu kanan sudah berada di rumah setelah menjalani perawatan di Puskesmas Turen.  
Perselisihan antara bapak dan anak yang berujung terali besi itu bisa dikatakan sepele. Sang bapak tidak setuju anaknya membuka sebuah warung kopi dengan alasan anaknya nanti bisa masuk dalam pergaulan bebas sehingga menjadi nakal.
“Tersangka kami jerat dengan UU (Darurat) No 12 Tahun 1951 tentang sajam dan handak serta pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan,” ujar Perwira Unit (Panit) Reskrim Polsek Turen, Ipda Poernomo, kepada Malang Post, kemarin.
Entah apa yang menyebabkan pertengkaran keduanya saat itu menjadi hebat. Hingga bapak itu mengambil pancor dan menyabetkan ke tubuh anaknya. Untungnya, Sarif bisa mengelak dan kemudian kabur ke rumah tetangganya. Meski berhasil mengelak, sabetan sajam itu, sempat menggores lengan kakannya hingga terluka memar. Heru, lalu mengejar anaknya tersebut ke rumah tetangganya. Saat berada di rumah tetangga bernama Sukari, dia marah-marah membabi buta.
“Hingga pelaku ini, melakukan perusakan di rumah Sukari tersebut. Tidak terima dengan perlakuan itu, Sukari melaporkannya kepada kami,” terang mantan Kanit Laka Lantas Polres Malang ini. Setelah kejadian itu, pelaku kabur begitu saja. Melalui laporan itu, petugas kepolisian melakukan penangkapan terhadap tersangka.
Saat ditangkap awal pekan kemarin, tersangka tidak bisa mengelak lagi. Di kesempatan yang sama, petugas juga menangkap satu lagi pelaku pembawa sajam. Tersangkanya yakni, Nur Rokhim, warga Kampung Teh RT 31 RW 02, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit.
Tersangka ditangkap saat terjaring razia di depan Pasar Dampit, awal pekan, kemarin. (big/feb)