Dua Orang Sindikat Pemalsu KTP Digulung

MALANG POST - Dua orang perempuan yang merupakan bagian dari sindikat pemalsu KTP dicokok. Dari kedua tersangka polisi menyita lebih dari 500 KTP palsu. Mereka adalah Nurul Komariah (60) dan Kafiah (49), keduanya warga Jalan Sidosermo."Ada 593 KTP palsu yang kami temukan di rumah tersangka," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete kepada wartawan, Kamis (18/6/2015).
Takdir mengatakan, aksi pemalsuan ini sudah dilakukan kedua tersangka sejak tahun 2010. Sebenarnya kedua tersangka tidak sendiri membuat KTP palsu. Ada satu orang lagi yakni HR yang juga turut serta dalam memproduksi KTP palsu. HR inilah yang masih belum tertangkap dan masih menjadi buron.
Kepada polisi, kedua tersangka mengaku awalnya membuat KTP palsu atas pesanan temannya yang hendak mengajukan pinjaman uang ke bank. Temannya tersebut sudah berumur dan sepertinya pihak bank tidak akan memberi kredit dengan umur itu. "Tersangka kemudian membuat KTP palsu dengan identitas umur yang dibuat menjadi lebih muda," ujar Takdir.
Dari situlah kemudian jasa membuat KTP palsu yang dilakukan tersangka mulai tersebar dari mulut ke mulut. Dan pemesannya kebanyakan adalah pensiunan yang ingin melakukan pinjaman uang ke bank. "Satu KTP dihargai Rp 150 ribu," tandas Takdir.
(jpnn/dtc/udi)