Polisi Dalami Peran Anggota BNN Batu

Para tersangka itu ditangkap dengan barang bukti perlengkapan Polisi. Evi Dian Nitami, warga asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Ditangkap Polisi dengan barang buktinya sebuah helm serta motor Honda Beat N 6691 IN. Motor itu dipakai untuk memancing korban Hariadi, warga Penjalinan, Kecamatan Gondanglegi untuk transaksi narkoba. Hariadi, adalah mantan suami Evi sendiri.
Kemudian, Endro Setianto alias Edo alias AKP Hendro. Pria kelahiran 13 September 1985 ini, berperan melakukan penggerebekan, penyekapan serta mengatur strategi. Warga Jalan Gajayana Gg I-C Dinoyo, Lowokwaru ini, juga ditembak di kaki kanannya karena berusaha kabur. Barang bukti adalah sebuah borgol, tongkat polisi, lakban, serta lencana BNN, termasuk sejumlah uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Khusus untuk tersangka Endro ini, Polisi juga menjerat dengan kepemilikan uang palsu.
Selanjutnya Novembra Eko Y alias Vhe alias Ipda Bagus dan Dicky Putra Widianto alias Putung. Mereka ini masih bersaudara. Keduanya warga Jalan Elang, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun. Barang buktinya adalah kartu ID BNN, senpi air softgun serta HT. Tugas Ipda Bagus, adalah membuat strategi dengan Endro. Ia juga ikut melakukan penggrebekan, bersama dengan Dicky alias Putung.
Satu tersangka lagi adalah Candra Tri Widagdo alias Menyun, warga Kecamatan Sukun. Tugasnya adalah berjaga di lokasi penyekapan. “Selain barang bukti yang kami sebutkan tadi, kami juga mengamankan barang bukti tiga unit mobil serta dua sepeda motor yang dijadikan sarana kejahatan mereka,” terangnya.
Selain mereka berenam ini, Satreskrim Polres Malang, juga mendalami keterlibatan anggota BNN Kota Batu aktif, berinisial YPU (Yuda Prawira Utama). YPU kemarin menjalani pemeriksaan, karena kartu ID BNN miliknya ada pada para tersangka. Polisi juga terus mendalami adanya keterlibatan YPU dalam aksi pemerasan ini.
Sebab dari salah satu pengakuan tersangka yaitu Novembra, mengatakan kalau YPU adalah teman baiknya. Ia mendapatkan tanda pengenal BNN pun dari YPU. Hanya saat disinggung keterlibatan YPU ini, Novembra masih tutup mulut.
“Untuk YPU itu, keterlibatannya masih kami dalami. Yang bersangkutan masih kami interogasi, apakah memang terlibat atau tidak. Termasuk kami masih mendalami juga perannya,” tegas Kasatreskrim Polres Malang Wahyu Hidayat.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Batu, AKBP Hari Triyogo, belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali nomor telepon selulernya dihubungi selalu gagal dan terdengar nada pengalihan panggilan.(agp/ary)