Brigadir YPU Resmi Tersangka

MALANG – Anggota aktif BNN Kota Batu, akhirnya dijadikan tersangka oleh Satreskrim Polres Malang, kemarin. Hasil pemeriksaan, Brigadir Yuda Prawira Utama (YPU) ini, terbukti ikut terlibat dalam komplotan polisi dan BNN gadungan. Yuda berperan sebagai penyedia perlengkapan komplotan pemeras pemakai narkoba tersebut.
Pernyataan tersebut, disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, kemarin. “Ia (Yuda, Red) terbukti terlibat dalam komplotan ini. Bahkan, yang bersangkutan juga langsung kami lakukan penahanan,” ujar Wahyu Hidayat.
Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini menjelaskan, keterlibatan YPU dalam komplotan ini, karena ia yang membuatkan kartu ID BNN untuk para tersangka. Termasuk sebagai penyedia perlengkapan alat untuk tersangka, seperti handy talky (HT) atau borgol.
Katu ID BNN atas nama masing-masing tersangka tersebut, digunakan untuk menakut-nakuti korban. Sekaligus sebagai bukti bahwa seakan-akan mereka adalah anggota BNN asli. Sementara untuk peran lainnya dalam penyekapan dan pemerasan terhadap korban, YPU masih belum terbukti.
“Untuk peran lainnya, masih kami dalami. Yang pasti, keterlibatan YPU dalam komplotan BNN gadungan sudah terbukti. YPU sendiri, sudah dipastikan sebagai anggota BNN aktif di Kota Batu. Kemarin (Kamis, Red) Ketua BNN Kota Batu sudah datang ke Polres Malang untuk memastikan kebenarannya. Dan diakui bahwa YPU memang anggota BNN Kota Batu,” jelas Wahyu.
Akibat ulahnya tersebut, YPU dijerat dengan pasal 56 ayat 2 KUHP sup pasal 333 ayat 1 KUHP dan pasal 368 KUHP, karena tutur serta secara pasif melakukan tindakan kejahatan.
Dengan ditetapkannya YPU sebagai tersangka, maka total ada tujuh orang yang dijadikan tersangka. Seorang pelaku diantaranya, terpaksa ditembak mati karena berusaha melawan petugas. Yaitu Irsyad Maulana Rukhya, warga Jalan Gading Pesantren, Malang.
Enam tersangka lagi selain YPU adalah, Novembra Eko Yulianto alias Vhe alias Ipda Bagus, Endro Setiono alias Edo alias AKP Hendro, Dicky Putra Widianto alias Putung, Candra Tri Widagdo alias Menyun dan Evi Dian Nitami.
“Selain mereka ini, masih ada tiga pelaku lain yang masih DPO. Masing-masing berinisial AN (Aan alias Leo), OF (Ofan) serta JF (Jefri), semuanya warga Kota Malang. Mereka bertiga ini ikut membantu para tersangka. Tugasnya adalah menjaga lokasi penyekapan korban,” paparnya.