Sanksi Yuda Diserahkan ke Polres Malang Kota

Kepala BNN Kota Batu, AKBP Hari Triyogo membenarkan jika Yuda Prawira Utama yang ditangkap buser Polres Malang dengan dugaan terlibat pemerasan adalah anggotanya. Terkait kasus tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Malang sebagai penyidik.
Hari juga sudah melakukan cross check ke Polres Malang setelah mendengar anggotanya ditangkap. Setelah mendatangi Polres Malang, dia juga memastikan apakah Yuda adalah anggotanya atau bukan.
"Saya mendapat laporan dari anggota jika Yuda ditangkap Polres Malang. Saya kemudian ke sana (Polres Malang) untuk memastikan apakah apakah benar-benar anggota Polres Batu sekaligus mencari tahu seberapa jauh keterlibatanya," tegas Hari Triyogo ketika ditemui di kantornya, kemarin.
Menurutnya, Yuda adalah polisi aktif yang berdinas di Polres Malang Kota berpangkat Brigadir. Dia masuk ke BNN Kota Batu sejak Januari 2015 ini dengan status BKO (penugasan) dan di BNN Kota Batu bertugas sebagai Analis Pemetaan Jaringan Seksi Pemberantasan.
Dalam hal dugaan pemerasan, kemudian Yuda ditangkap Polres Malang, Hari menyebutnya sebagai oknum. Masalahnya Yuda bertindak sudah di luar dari kedinasan BNN Kota Batu. Kepala BNN juga tidak pernah mengeluarkan Surat Tugas untuk masalah ini. Apalagi kasus pemerasan tersebut juga berawal dari TKP di Gondanglegi Kabupaten Malang.
"Kalau ada tugas, kan hanya di wilayah Kota Batu. Kalau kasus ini sudah di luar kedinasan sehingga terkait masalah hukum akan ditanggung sendiri sebagai oknum," tegasnya.
Apakah ada sanksi terhadap anggota yang ditangkap Polres Malang itu ? Menurutnya, Yuda masih memiliki Ankum (Atasan Berhak Menghukum) karena dia masih menjadi anggota Polisi aktif. Ankum dia berada di Polres Malang karena karena masih tercatat sebagai anggota Polres Malang Kota.
Mengenai sanksi, BNN Kota Batu juga akan menyerahkan kepada Polresta Malang. Tentunya, pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah sembari menunggu kepastian hukum yang sedang dilakukan oleh penyidik PolresMalang Kabupaten.
Hanya saja, pihaknya akan semakin mengetatkan aturan ke internal untuk mencegah tindakan seperti Yuda. Pembinaan hingga tindakan di luar kedinasan juga akan diperketat.(feb/agp/ary)