Pengepul Togel Ditangkap

MALANG –  Genderang perang melawan perjudian terus ditabuh anggota reskrim Polsekta Lowokwaru. Itu terbukti, satu persatu pelaku judi berhasil ditangkap petugas. Kali ini yang ditangkap adalah Biantono, 30 tahun, warga Kelurahan Tunjungsekar dan Salmet, 40 tahun, warha Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Pakis.
Keduanya merupakan pengecer dan pengepul togel yang beraksi di wilayah hukum Polsekta Lowokwaru. Dari tangan keduanya petugas berhasil mengamankan uang Rp 1.9 juta, dua unit ponsel, satu bendel rekapan dan satu lembar rekapan.
Kapolsekta Lowokwaru AKP Supriyono S Sos menjelaskan kali pertama ditangkap adalah Slamet, yang merupakan pengepul togel. Pria ini ditangkap di Jalan Piranha Atas,  “Tersangka kami tangkap saat akan mengambil setoran togel dari salah satu pengecernya,’’ katanya kemarin.
Saat kali pertama ditangkap, Slamet memang sempat mengelak, jika dirinya sebagai pengepul togel. Tapi begitu, saat petugas menunjukkan barang bukti rekapan togel yang ditemukan ditas tersangka, pria ini pun langsung menyerah. Dia pun pasrah saat petugas membawanya ke Polsekta Lowokwaru untuk penyelidikan lebih lanjut.
Selama dalam perjalanan menuju Polsekta, petugas terus mengorek keterangan Slamet, terkait jaringan di atas maupun di bawahnya. Dia pun mengatakan dengan gamblang. “Tersangka hanya mengaku jaringan di bawahnya, sedangkan di atasnya dia bungkam,’’ kata Supriyono.
Dari pengakuan Slamet inilah salah satu nama yang disebut adalah Biantoro. Tanpa banyak kata petugas pun  memburu Biantoro yang dikatakan Slamet kerap mangkal di Jalan Cumi-cumi. Sehingga begitu terlihat, petugas pun menangkap Slamet.
“Tersangka kami tangkap saat menunggu Slamet yang akan mengambil uang setoran togel,’’ katanya.
Biantoro pun pasrah saat petugas menggelendengnya ke Mapolsekta Lowokwaru. “Saya terpaksa berjualan togel karena tidak memiliki pekerjaan lain,’’ katanya. Dia juga mengaku mengenal pekerjaan ini dari Slamet. Dia tergiur, karena Slamet menjanjikan komisi sangat besar.
“Dua tersangka ini kami kenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,’’ tandas Kapolsekta.(ira/feb)