Jual Motor Curian, Warga Wajak Ditembak

Tersangka Fahrid Fajari, dibopong petugas dengan luka tembak di kaki

MALANG - Lebaran tinggal menghitung hari. Fahrid Fajari, 20 tahun, terpaksa tidak bisa merayakan hari kemenangan umat Islam itu bersama keluarganya. Pasalnya, warga Dusun Sarirejo, Desa Sumber Putih, Kecamatan Wajak ini, sejak Minggu malam lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang.
Bapak satu anak ini, ditahan karena kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selain dijebloskan ke dalam penjara, pria bertubuh tinggi besar ini juga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kananya, karena berusaha melawan petugas dan kabur ketika akan ditangkap.
"Tersangka ini kami tangkap di sebuah warung di Desa Codo, Kecamatan Wajak. Saat itu, tersangka berniat menjual sepeda motor hasil curian kepada orang lain. Karena melawan anggota, terpaksa kakinya kami tembak," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Sesuai pengakuan tersangka, ia mencuri sepeda motor Honda Beat N 5153 LR, di Desa Sempalwadak, Bululawang pada Selasa 16 Juni lalu. Sepeda tersebut milik Yoga Pindo Subekti, 18 tahun, warga Desa Pandesari, Pujon. Motor dicuri ketika diparkir di halaman depan kantor PT Patindo.
Korban malam itu sekitar pukul 20.00, bersama tiga temannya berniat pulang setelah dari tempat wisata di Pujiharjo, Tirtoyudo. Namun karena kecapekan, mereka berhenti dan istirahat di PT Patindo. Kebetulan salah satu teman korban bekerja di perusahaan itu.
Ketika sepeda diparkir depan kantor dan ditinggal masuk inilah, dicuri oleh tersangka. Caranya, sebelum beraksi mencuri tersangka meminjam obeng pada warga sekitar. Alasannya obeng tersebut digunakan untuk membetulkan motornya yang mogok.
Setelah dipinjami, tersangka lalu mendekati motor tersebut. Selanjutnya motor diseret ke tengah kebun tebu, yang berjarak sekitar 20 meter. Begitu di tengah kebun tebu, tersangka lalu membongkar kunci kontak motor.
Kendati berhasil, tetapi oleh tersangka tidak langsung dibawa kabur. Motor tetap digeletakkan di tengah kebun tebu, lalu ditinggal pergi. Baru keesokan malamnya, ia kembali untuk mengambil motor tersebut. "Saya berada di Sempalwadak, sejak Minggu dan tidur di pos kamling. Saya terpaksa tidur disitu karena mencari pekerjaan. Saat ada motor diparkir dan tidak ada pemiliknya, langsung saya curi," tutur tersangka Fahrid.
Sepeda motor tersebut diakui akan dijual. Uang hasil penjualan sedianya untuk membayar hutang ke saudaranya sebesar Rp 1,4 juta. Namun belum dijual, tersangka sudah ditangkap. Ia dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukumannya 7 tahun penjara.(agp/aim)