Tak Dilengkapi Fasilitas Kesehatan

MEMILUKAN. Seorang  pekerja PT Shica Jaya Sentosa, Jalan Raya Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, bernama Eko Agus Susanto, 32 tahun, tewas saat bekerja Senin, (22/6/2015). Warga Dusun Praparan, Desa Tulus, Kecamatan Tumpang ini  tewas, setelah tertimpa besi mesin pembuatan asbes  yang  patah di pabrik asbes  tersebut.
Informasi yang  dihimpun Malang Post menyebutkan bahwa  peristiwa mengenaskan ini terjadi pada pukul 10.00 WIB. Seperti biasa, korban menjalankan pekerjaanya memeriksa mesin. Selain memeriksa kondisi mesin, korban juga bertugas menjadi operator mesin pembuat asbes. Saat itu, korban memeriksa salah satu mesin pembuat asbes yang mengalami kerusakan.
Korban  mengecek satu per satu, kondisi mesin yang rusak tersebut. Saat memeriksa mesin itu, naas menimpa korban. Besi mesin yang terletak di atas, tiba-tiba patah dan menimpa korban. Akibatnya, kepala korban mengalami luka dan pendarahan serius. Korbanpun, tewas seketika di lokasi kejadian.
“Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit, namun hal itu percuma. Karena, sebenarnya korban sudah meninggal,” ujar  rekan korban bernama  Imam, kepada Malang Post, kemarin. Dijelaskannya, para pekerja sudah  berusaha menjalankan ketentuan dan aturan yang sesuai dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tapi  kecelakaan masih saja terjadi. Karena manajemen perusahaan tersebut memang  dinilai kurang  memperhatikan kondisi mesin pembuatan asbes.
Beberapa karyawan lain mengungkapkan   perusahaan tersebut juga memproduksi lembaran calcium slicate board atau bahan pengganti tripleks untuk plafon maupun dinding. Sehingga, diperlukan mesin yang besar..“Tak kalah memprihatinkan  di dalam kawasan pabrik tersebut tidak ada fasilitas kesehatan. Seharusnya, terdapat fasilitas kesehatan seperti poliklinik atau tenaga medis,” keluh mereka.
Petugas kepolisian yang menerima laporan tersebut, mendatangi lokasi kejadian. Kemudian, petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).Kapolsek Pakis, AKP Sony Setyo Widodo mengatakan, olah TKP juga dilanjutkan pada hari Selasa (23/6), kemarin. “Kami masih menyelidiki  apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam  kejadian ini,’’ paparnya.
Sementara itu, perwakilan manajemen perusahaan tersebut, enggan berkomentar terkait peristiwa ini. “Perusahaan masih berduka. Manajemen dalam hal ini diwakili Pak Toni legal perusahaan, belum bisa berkomentar,” terang salah seorang perwakilan manajemen perusahaan. (big/nug)