Setahun, dua Pekerja Tewas

PAKIS – Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan PT Shica Jaya Sentosa   patut dipertanyakan. Pasalnya, kecelakaan kerja di perusahaan  pembuat asbes yang terletak di Desa Sumberpakis  Kecamatan Pakis Kabupaten Malang tersebut cukup sering terjadi.Bahkan, selama tahun 2015 ini saja  terjadi sebanyak tiga kali kecelakaan kerja dan menyebabkan dua orang tewas.
Demikian ditegaskan  Pengawas K3 Disnaker Kabupaten Malang, Danar Rahardian, kepada Malang Post, kemarin. “Sebagai contoh, dua bulan lalu, di perusahaan tersebut juga terjadi kecelakaan kerja  menyebabkan seorang karyawannya meninggal karena tersengat arus listrik.  Sehingga, kami intensif  terus menyelidiki  sejauhmana kualitas dari penerapan K3 di perusahaan tersebut,” ujarnya.
Ditambahkan,  pada bulan Februari 2015 lalu, salah seorang karyawan PT Shica Jaya Sentoso juga mengalami cedera dan luka, akibat terjatuh dari truk tronton. Terbaru, hari Senin (22/6/2015) baru lalu,seorang pekerja bernama Eko Agus Susanto tewas karena tertimpa besi mesin pembuat asbes yang tiba-tiba patah.
Danar Rahardian menilai  manajemen perusahaan  tersebut telah ceroboh dan teledor tidak mencek kondisi mesin sehingga menyebabkan Eko Agus Susanto tewas. “Dia   tewas  karena  besi penyangga yang ada di mesin tersebut patah.  Kondisi besinya  juga telah rapuh,” tegasnya. Ditegaskan bahwa hal tersebut  merupakan  kesalahan yang sangat fatal. Terlebih seluruh perusahaan, wajib mengecek kondisi peralatan dan mesinnya.
Danar Rahadian menyesalkan manajemen perusahaan tidak menghiraukan Peraturan  Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 1989, tentang Pesawat Angkat dan Angkut Pekerjaan. Ia menyatakan, manajemen perusahaan  telah  lalai dalam melaksanakan Peraturan Menteri Tenaga Kerja tersebut.
 “Terlebih sesuai dengan peraturan itu, seharusnya pesawat angkat dan angkut, maupun peralatan lainnya, harus dilakukan secara berkala,” tegasnya. Dijelaskannya, minimal setiap tiga bulan sekali, harus dilakukan pengecekan. Sedangkan bila ditemui peralatan yang sudah rusak, manajemen perusahaan harus segera memperbaikinya.
“Sedangkan untuk perbaikan peralatan bekerja industri yang rusak itu, harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten. Dalam hal ini kami telah menunjuk beberapa CV untuk melakukan hal tersebut dan tersertifikasi secara nasional,” paparnya.
 Hingga kemarin,Disnaker Kabupaten Malang terus melakukan penyelidikan terkait kasus memilukan ini.“Besok (hari ini,red) diketahui penyebab pasti dari kecelakaan kerja ini. Karena kami baru saja usai mengambil data dan keterangan. Selanjutnya  kami lakukan pengkajian,” terangnya.
Jika  hasil penyelidikan memastikan perusahaan tersebut dinyatakan bersalah, maka bisa saja  Disnaker Kabupaten Malang  segera memberi peringatan.“Yang jelas, kami sudah menegur secara tertulis kepada manajemen perusahaan PT Shica Jaya Sentoso terkait peristiwa ini,” pungkasnya. (big/nug)