Ungkap Asal Ganja dari LP

MALANG – Satuan Reskoba Polres Malang Kota tidak hanya puas dengan menangkap sembilan pelaku narkoba jenis ganja. Untuk menuntaskan kasus itu,  petugas terus melakukan pengembangan. Apalagi sebelumnya beredar  informasi jika ganja yang diamankan dipasok oleh penghuni salah satu lembaga pemasyarakatan (LP).
“Masih dilakukan pengembangan, salah satunya dengan melakukan tracking signal ponsel milik Herman Felani (HF),’’ kata sumber Malang Post. Dengan melakukan tracking signal ini diharapkan  ada titik temu  yang mengarah pada pelaku lain.
Menurut pria yang mewanti-wanti namanya tak dikorankan, Herman mengaku jika ganja diperolehnya dari Haris. Haris inilah yang disebut-sebut masih menjadi penghuni salah satu LP di Jawa Timur. Karena Haris sedang menjalani hukuman, diduga kaki tangannya yang bekerja.
“Makanya kita terus melakukan penyelidikan. Barang itu pasti diantarkan  orang lain meskipun dari pengakuan tersangka barang tersebut dikirim menggunakan jasa ekspedisi. Orang itulah yang kami kejar sekarang,’’ katanya.
Bukan hanya melakukan tracking signal, untuk  mengungkap pelaku hingga ke akarnya, petugas juga melakukan penyelidikan terhadap ekspedisi yang menjadi perantara pengiriman.
“Sampai saat itu Herman belum membuka mulut untuk jasa ekspedisinya,’’ katanya. Tertutupnya Herman dalam memberikan keterangan diakui petugas sangat menyulitkan untuk mengungkap kasus tersebut. “Kami tetap berusaha untuk membongkar seluruh jaringan peredaran ganja ini, semoga mendapat hasil,’’ tandasnya.
Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya,  tiga mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Malang terlibat peredaran narkoba jenis ganja. Ketiganya dijadikan tersangka bersama enam orang lainnya yang turut disergap anggota Satuan Reskoba Polres Malang Kota. Bahkan satu mahasiswa diketahui sebagai pengedar dan mendapatkan narkoba dari salah seorang yang sedang ditahan di sebuah lembaga pemasyarakatan.
Sembilan tersangka itu antara lain, Herman Felani (HF), 26 tahun, warga Jalan Lembah Dieng, Kecamatan Sukun. Lantas Hari Prasetyo (HP), 19 tahun, warga Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mulyorejo, Sukun, Fahri Ahmad (FA) alias Poyi, 23 tahun, warga Jalan Candi Bajang Ratu, Kecamatan Blimbing, Mohammad Ansori (MA) alias Aan, 26 tahun, warga Jalan Candi Bajang Ratu, Kecamatan Blimbing.
Ada juga Rendy (RW) alias Memet, 30 tahun, warga Jalan Kaliurang, Blimbing, Mohammad Zanuban (MZ), 22 tahun, warga Jalan Mayjen Sungkono, Kedungkandang, Ireng Agam Rahmi (IAR), 24 tahun, warga Jalan Mayjen Sungkono, Kedungkandang, Haidar Abdul (HA), 23 tahun, warga Jalan Candi Badut, Lowokwaru dan Ony Diansyah (OD), 33 tahun, warga Jalan MT Hariono, Kecamatan Lowokwaru.
Dari sembilan tersangka ini polisi mengamankan barang bukti ganja kering dengan total berat 345,33 gram, tujuh unit HP, satu tas kulit warna hitam, satu toples tupperware, dan satu lembar ATM BRI serta bukti transfer BRI.(ira/van)