Pengendara Lalai, Bocah 8 Tahun Tewas

MALANG – Ini pelajaran bagi orang tua agar memperhatikan keselamatan anak saat berkendaran. Joselin Firsa Eduan, bocah 8  tahun tewas akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan LA Sucipto, Pandanwangi, Blimbing, Selasa (23/6) kemarin.
Saat kecelakaan, Joselin sedang dibonceng menggunakan motor Vario oleh Karna  Radiansahputra,  17 tahun, warga Griya Pondok Indah, Kebonagung, Pakis, Kabupaten Malang. Dimotor itu juga terdapat ibunda Joselin, Fani Monika, 34 tahun, warga Pondok Indah Estate A11, Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang.
Motor yang dikendarai Karna mendadak menabrak sebuah truk kecil bernopol N 8803 UH  yang sedang berjalan perlahan.   Berdasarkan keterangan warga sekitar, peristiwa itu cukup mengejutkan. Pasalnya, suara yang ditimbulkan dari kecelakaan ini cukup keras dan mengejutkan.
Truk yang dikendarai Safi’i, warga Ampeldento, Pakis, Kabupaten Malang, berjalan sangat pelan dari barat ke timur. Sebaliknya, Karna mengendarai motor dengan kecepatan  tinggi dari timur ke barat.
Peristiwa bermula ketika Karna berusaha menyalip kendaraan lain di depannya. Namun, haluan kendaraannya terlalu ke kanan dan melebih marka jalan. Saat sedang menyalip Karna juga berusaha membetulkan posisi barang bawaan yang ia taruh tepat di depannya. Seketika itu juga, motor yang dikendarai Karna, Fani dan Joselin menabrak bak kanan depan truk tersebut.
"Truknya jalan pelan, tapi motornya sangat kencang datang dari arah berlawanan. Saat kejadian, suara yang ditimbulkan cukup keras," ujar Nawawi, seorang saksi mata yang melihat peristiwa maut itu. Menurutnya, truk yang datang itu tidak bermuatan apapun.
Sementara Kanit Laka Satlantas Polres Malang Kota Ipda Budi Yunaedi mengatakan,  truk sempat menghindar. Ini bisa dilihat dari posisi truk yang menyerong ketika motor itu menghantam truk. "Ya, sempat menghindar. Jadi posisinya miring. Tapi karena  motor melaju cepat maka  kecelakaan tidak terhindarkan," ujarnya.
Ditambahkan, Joselin yang saat itu duduk di depan dan tidak memakai helm mengalami luka parah di kepala. Joselin sempat dilarikan ke  UGD  Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang. Namun, nyawa Joselin  tidak terselamatkan.
Sedangkan Karna dan Fani sampai kemarin masih dalam perawatan. Karna mengalami patah tulang di bagian bahu kanan, sementara Fani mengalami luka di kaki kiri. Bagian kanan depan motor Vario warna hitam dengan strip merah tersebut hancur.
"Tabrakannya cukup keras, makanya motor jadi rusak. Kami mengimbau untuk masyarakat agar mengedepankan keselamatan saat berkendara," tegasnya.
Sementara itu, anggota Readily Just Target (RJT), Agus Dwi yang ditemui di kamar jenazah RSSA Malang mengatakan, keluarga korban sempat datang ke sana. Berdasarkan keterangan keluarga korban, Fani, Karna dan Joselin ingin mengantar catering ke suatu tempat. "Tadi kata keluarganya, mereka pengusaha catering. Tapi kami tidak tahu mau kemana. Mungkin mau mengantar catering untuk berbuka puasa," pungkasnya. (erz/van)