Kepetengan Desa Wonokerto Edarkan Sabu

Penyidik Reskoba Polres Malang, menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan.

MALANG – Peredaran narkotika di Kabupaten Malang terus berkembang. Mata rantai jaringan barang haram ini masih sulit terputus. Awal pekan lalu, Satuan Reskoba Polres Malang kembali menangkap dua orang budak narkotika. Keduanya pengguna dan pengedar sabu-sabu (SS).
Salah satu tersangkanya, Busiri, 45 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur. Pria kelahiran 8 April 1970 ini, merupakan pemakai sabu-sabu. Busiri yang bekerja sebagai tukang parkir ini, merupakan residivis. Tahun 2012 lalu, pernah ditahan di LP Lowokwaru karena kasus yang sama.
“Tersangka Busiri ini, baru sekitar sepuluh bulan lalu bebas. 2012 lalu, ia dihukum 4,5 tahun penjara. Namun karena mendapat remisi dan potongan, akhirnya bebas,” ujar Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samul Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Satu tersangka lagi adalah Sunardi, 43 tahun, warga Dusun Gampingan, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur. Pria kelahiran 1 September 1971 ini, merupakan perangkat Desa Wonokerto, bertugas sebagai kepetengan desa.
Menurut Samsul, penangkapan kedua budak narkotika ini, berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau di wilayah Dusun Gampingan, Desa Karangsari, marak beredar narkotika. Berangkat dari informasi itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan.
Hasilnya, polisi menangkap Busiri. Residivis ini ditangkap sesaat setelah membeli sepoket SS. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti sepoket SS. “Awalnya saat akan kami tangkap, tersangka Busiri ini mengelak. Ia bahkan menantang anggota yang mau menangkap. Namun setelah kami geledah dan ditemukan sepoket SS, ia tidak bisa mengelaknya,” terang Samsul.
Dari penangkapan Busiri ini, kemudian diperoleh informasi kalau barang haram SS, dibeli dari Sunardi seharga Rp 200 ribu per-poket. Akhirnya polisi memburu Sunardi di rumahnya. Saat ditangkap, Sunardi sama sekali tidak melakukan perlawana, ia mengakui semua perbuatannya.
Sedangkan Sunardi, mengatakan mendapat pasokan barang haram sabu-sabu, dari seorang warga Kota Malang. Ia biasa mendapat barang sebulan sekali. “Kami masih terus kembangkan kasusnya. Untuk mereka berdua ini, kami jerat pasal 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tuturnya.(agp/aim)