Ditagih Hutang, Korban Dibabat Clurit

MALANG POST – Harga nyawa manusia di Surabaya, kian murah saja. Lihat saja, hanya gara-gara ditagih hutang Rp 500 ribu, Sahdi, 39 tahun, nekad menghabisi nyawa Muhammad yang tidak lain kawannya sendiri. ‘’Saya gerah terus menerus ditagih. Sudah saya beritahu kalau masih belum punya uang, tetap saja tidak percaya,’’ aku Sahdi saat gelar perkara di Mapolrek Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu kemarin.
Menurut AKBP Arnapi, Kapolres Tanjung Perak, usai menghabisi nyawa korbannya pelaku langsung kabur ke Madura. Aksi pembacokan dilakukan Sahdi pada Senin (22/6) di rumah korban di Jl. Semampir Surabaya.
‘’Usai membacok korban sampai tewas, Sahdi kabur ke Madura dan dibekuk Satreskrim di rumah orang tuanya di Madura, Rabu (24/6),’’ kata Arnapi sembari menunjukkan sebilah clurit yang digunakan pelaku menghabisi korbannya.
Dalam keterangannya kepada penyidik, lanjut Arnapi, pelaku mengaku membunuh  saat ditagih hutang oleh korban. Saat menagih hutang itu korban juga membacok Sahdi dan mengenai dahinya. ‘’Tersangka langsung melawannya dan pulang ke rumahnya mengambil sajam jenis clurit. Sekitar Senin Subuh, pelaku mencari korban untuk balas dendam dengan menyerang sampai tewas,’’ papar Arnapi.
Ditambahkan, dari penangkapan pelaku diamankan barang bukti clurit yang digunakan untuk menghabisi korban. Selain itu, diamankan pakaian yang dipakai korban saat dihabisi oleh pelaku. ‘’Pelaku disangkakan dengan pasal 351 Jo pasal 338 KUHP dengan sanksi pidana 15 tahun penjara,’’ tandasnya. (has/udi)