Ramadan, Berantas Perjudian

MALANG - Selama bulan Ramadan, segala bentuk tindak perjudian di wilayah Kabupaten Malang terus diberangus. Kamis malam lalu, sebuah arena judi dadu di perkarangan belakang rumah Jalan Wayang, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, digrebek petugas Polsek Pakisaji. Dari penggrebekan itu, seorang bandar judi dadu berhasil diamankan.
Tersangkanya adalah Sabar, 60 tahun, warga sekitar. Barang buktinya berupa seperangkat alat judi dadu, serta uang Rp 258 ribu. "Tersangka ini, membuka judi dadu sejak awal puasa lalu," ungkap Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Aiptu Gatot.
Menurutnya penggrebekan judi dadu ini, berawal dari laporan masyarakat. Warga resah dengan adanya judi dadu itu. Apalagi judi dadu itu diadakan saat bulan suci Ramadan. Berangkat dari informasi itulah, petugas langsung menyelidiki kemudian menggrebeknya.
"Pengakuannya, judi dadu itu dibuka mulai pukul 20.30 selepas salat Tarawih, dan berakhir menjelang waktu sahur. Saat kami tangkap itu, tersangka mengaku sedang kalah. Karena modal Rp 900 ribu, tinggal Rp 258 ribu," jelasnya.
Sebelumnya Polsek Kalipare, juga mengamankan seorang pengecer judi kupon putih. Tersangkanya seorang ibu rumah tangga. Yakni berinisial MN, 34 tahun, warga Dusun Ngembul, Desa Kecamatan Kalipare.
Ia ditangkap sesaat setelah melayani penomboknya. Dari tangannya polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah HP berisi angka rekapan judi, bulpoin, selembar kertas rekapan serta uang tunai Rp 35 ribu.
Polsek Gedangan, juga mengamankan seorang pengecer judi kupon putih. Tersangkanya Selamet, 40 tahun, warga Desa Segaran, Gedangan. Barang buktinya satu buah HP, buku tafsir mimpi dan uang tunai Rp 123 ribu.
Sama seperti MN, tersangka Selamet ini ditangkap juga sesaat setelah melayani penomboknya. Ia mengaku sudah dua bulan ini menjalani bisnis haram. Hasil penjualan judinya disetorkan kepada seorang pengepul asal Kecamatan Dampit.(agp/aim)