Dendam, Minum Miras, Bacok Tetangga

Tersangka Misianto di Mapolres Malang sesaat setelah diamankan.

MALANG - Misianto, 37 tahun, terancam tidak bisa merayakan lebaran bersama keluarganya. Warga Dusun Purwodadi, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit ini, sejak kemarin harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Ia ditahan karena kasus penganiayaan.
"Tersangka kami tangkap di rumahnya setelah hampir tujuh bulan ini menjadi buronan. Ketika kami tangkap, ia tanpa melakukan perlawanan dan mengakui semua perbuatannya," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Aksi penganiayaan yang dilakukan Misianto, terjadi Desember 2014 lalu. Korbannya Nasukah, 60 tahun, tetangganya sendiri. Kejadiannya sekitar pukul 14.00 di halaman depan rumah korban.
Ceritanya, siang itu tersangka baru saja pesta minuman keras bersama temannya di Pasar Dampit. Setelah selesai tersangka pulang ke rumahnya. Saat di rumah, ia teringat dengan ejekan korban yang merendahkannya.
Merasa sakit hati, apalagi terpengaruh minuman keras membuat tersangka emosi. Ia mengambil sebilah pancor, dan mendatangi rumah korban yang berjarak sekitar 200 meter. Begitu bertemu dengan korban, tersangka langsung mengeluarkan senjatanya lalu menyabetkan ke arah korban.
"Saya tidak tahu berapa kali membacoknya. Tetapi setahu saya mengenai wajah, kepala dan tangan," kata tersangka Misianto.
Beruntung aksi penganiayaan itu segera diketahui warga sekitar yang langsung melerainya. Melihat ada banyak warga, tersangka langsung kabur. Sementara korban yang terluka ditolong dengan dilarikan ke rumah sakit, yang selanjutnya dilaporkan ke polisi.
"Selama ini saya kabur dan bersembunyi dengan mengontrak rumah di Jalan Kemirahan, Kota Malang. Saya pulang karena menganggap kasusnya sudah selesai, tidak tahunya ketika pulang langsung ditangkap," tutur bapak dua anak yang kedua tangan dan kaki dihiasi lukisan tato ini.
Lantas, apa alasan melakukan penganiayaan?, Ia mengatakan karena sakit hati. Tersangka jengkel dan dendam dengan korban karena sering dipermalukan. "Dulu sekitar 5 tahun lalu saya pernah dipukuli keponakannya. Sejak kejadian itulah setiap ketemu saya selalu dipermalukan hingga akhirnya nekat menganiayanya," jelas Misianto, yang pernah dihukum kasus yang sama pada 2010 lalu.(agp/aim)