Dua Tewas, Polres Tak Temukan Kelalaian

MALANG – Kecelakaan kerja telah menewaskan dua pekerja PT Shica Jaya Sentosa di Pakis. Namun, hingga kemarin, Polres Malang belum juga menemukan unsur kelalaian dari tragedi yang menimpa pekerja PT Shica itu. Polres masih menunggu hasil pemeriksaan di Laboratorium Forensik Polda Jatim.
“Kemungkinan dalam minggu ini, hasilnya akan turun. Karena dalam kasus tersebut, sebelumnya kami juga melibatkan tim Labfor Polda Jatim,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Dikatakan Wahyu, ada beberapa barang bukti yang dibawa ke Labfor untuk dilakukan pemeriksaan. Diantaranya adalah besi yang jatuh serta besi sambungan yang putus. “Jika memang nantinya ditemukan adanya kelalaian, pasti akan kami proses sesuai hukum,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Sembari menunggu hasil Labfor Polda Jatim, Polsek Pakis diback up Polres Malang telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. Ada lebih dari tiga orang saksi yang sudah dimintai keterangan. Mereka adalah orang yang mengetahui kejadian kecelakaan kerja tersebut.
“Tahap awal jika memang nantinya terbukti, akan kami jerat dengan pasal 359 KUHP tentang kelalaian seseorang menyebabkan meninggalnya seseorang. Namun kami juga akan mengembangkannya apakah ada pelanggaran lain selain kasus kelalaian,” papar Wahyu.
Sebelumnya, Bupati Malang Rendra Kresna telah buka suara terkait tewasnya pekerja PT Shica Jaya Sentosa, Eko Agus Susanto. Rendra yang juga Ketua SPSI Provinsi Jawa Timur ini, menegaskan bahwa perusahaan harus dikenai pidana karena lalai. Dari sisi pemerintahan, ia memastikan sanksi ketenagakerjaan akan dilakukan sesuai prosedur.
Manajemen PT Shica Jaya Sentosa terbukti tak lalai terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Karena kelalaian perusahaan tersebut, bisa dikenakan sanksi pidana oleh pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian,” ujarnya kepada Malang Post.
Apalagi data dari Pengawas K3 Disnakertrans Kabupaten Malang, manajemen perusahaan mengaku telah lalai dalam hal keselamatan karyawan.
Lalai itu menyebabkan kecelakaan kerja yang menyebabkan tewasnya seorang karyawan bernama Eko Agus Susanto. “Hasil Pemeriksaan Khusus (riksus, Red), manajemen perusahaan mengaku teledor dan tidak mengecek mesin itu,” ujar Pengawas K3 Disnakertrans Kabupaten Malang, Danar Rahadian, kepada Malang Post.
Untuk diketahui, seorang karyawan bernama Eko Agus Susanto warga Dusun Praparan, Desa Tulus, Kecamatan Tumpang ini  tewas, setelah tertimpa besi mesin pembuatan asbes  yang  patah di pabrik asbes  tersebut pada Senin (22/6).
Dari data K3 Disnakertrans Kabupaten Malang, sepanjang tahun ini terjadi tiga kali kecelakaan kerja yang menyebabkan dua orang karyawannya tewas. Satu pekerja mengalami patah tulang.(agp/ary)