Terlibat Perampokan Dicokok

Tersangka Misianto ketika di Polres Malang.

MALANG – Misianto, tersangka penganiayaan yang diringkus Polres Malang Jumat (26/6) lalu, tidak hanya terlibat kasus penganiayaan saja. Warga Dusun Purwodadi, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit ini, ternyata juga diduga terlibat sejumlah kasus perampokan dan perampasan di wilayah Kabupaten Malang.
Namun untuk membuktikan keterlibatannya, saat ini masih dilakukan pendalaman. Petugas Polres Malang bersama Polsek Dampit, masih mencari alat bukti kuat. Sebab sejauh ini, tersangka Misianto masih belum mengakui perbuatannya.
“Kami masih mendalaminya. Sebab ada dugaan Misianto ini, memang terlibat kasus perampokan dan perampasan. Tetapi masih belum ada bukti yang kuat,” ujar Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Mashudi.
Mantan Kasubag Humas Polres Malang ini mengatakan, berdasarkan beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan, mereka mengatakan bahwa Misianto terlibat kasus perampokan. Tetapi sampai kemarin, Misianto masih tutup mulut dan belum mengakui.
“Saat ini kami masih mencari orang yang pernah menjadi korban perampasan tersangka. Selanjutnya juga fokus untuk mencari alat bukti pendukung, untuk menjadikannya tersangka perampasan,” tutur Soleh.
Untuk sementara ini, lanjutnya selain kasus penganiayaan dengan barang bukti sebilah pancor, tersangka Misianto juga dijerat dengan premanisme. Karena dalam kondisi mabuk dan membawa senjata tajam, ia mendatangi rumah korban yang kemudian menganiaya.
Sekadar diketahui, sejak Jumat lalu, Misianto harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Ia ditahan karena kasus penganiayaan. Korbannnya Nasukah, 60 tahun, tetangganya sendiri. Korban dibacok menggunakan pancor, hingga mengakibatkan luka di wajah, kepala serta tangan korban.(agp/feb)