Panen Togel

MALANG –    Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Polres Malang Kota berhasil mengamankan tiga pelaku judi togel.  Yakni, Hendrik Maulana, 34 tahun,  Sandy Maulana, 25 tahun, dan Fahri, 25 tahun. Ketiganya adalah warga Jalan Ciliwung Gg II Kota Malang. Dari tangan ketiganya petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp 564 ribu, satu unit HP merek Samsung, dan dua Unit HP merek Nokia, dan satu lembar kertas bertuliskan angka judi togel.
“Tersangka kami tangkap Sabtu (27/6) lalu. Saat ini kami masih mendalami peran masing-masing tersangka. Yang pasti, ketiganya kami kenakan pasal 303 KUHP,’’ terang Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro.
Informasi yang berhasil dihimpun, para tersangka ini ditangkap bersama-sama di Jalan Raya Ciliwung Gg II. Mulanya petugas mendapat informasi ada warga Jalan Ciliwung II yang menjual kupon togel. ‘Informasi tersebut kemudian kami jadikan dasar penyelidikan,’’ tambah Adam.
Dari hasil penyelidikan inilah kemudian diketahui jika ketiganya sedang melakukan aktifitas perjudian. Sehingga saat itu juga ketiganya ditangkap. “Perjudian togel di lakukan sangat tertutup. Masing-masing tersangka enggan menjelaskan perannya masing-masing. Tapi yang pasti dengan barang bukti yang kami amankan sudah sangat kuat, untuk ketiganya dilakukan penahanan,’’ tandas Adam.
Penangkapan terhadap pelaku judi togel juga dilakukan oleh anggota reskrim Polsekta Klojen. Sabtu (27/6) lalu, petugas berhasil menangkap Djoni Yusman, 42 tahun, warga Jalan Jodipan Wetan Gg I , Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing. Djoni ditangkap petugas di Jalan Thamrin Gg III, Kelurahan Klojen.
Tidak seperti tiga tersangka di atas, aktifitas judi togel yang dilakukan Djoni lebih modern. Itu karena dia menggunakan metode transfer untuk menyetorkan hasil penjualan togelnya. Dan itu dibuktikan dengan slip bukti transfer dari tangan tersangka. “Selain uang Rp 290 ribu, dan dua unit HP, kami juga mengamankan barang bukti satu ATM BCA dan dua lembar slip bukti transfer,’’ kata Kapolsekta Klojen Kompol Teguh Priyo Wasono.
Tapi begitu, Teguh mengatakan Djoni cukup tertutup terkait jaringan di atasnya. Bahkan, kepada petugas dia mengaku tidak mengenal orang di atasnya. “Jaringan yang digunakan terputus, itu yang membuat kami kesulitan untuk menangkap pelaku di atasnya,’’ tandas Teguh.(ira)