Polisi Bongkar Bisnis Esek-esek Online

MALANG POST – Bisnis esek-esek di Surabaya sulit untuk diberantas. Penutupan lokalisasi Dolli dan ditangkapnya beberapa mucikari tidak membuat bisnis haram ini berhenti, khususnya prostitusi online.
Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap mucikari prostitusi online. RA (30 tahun) warga Jl. Naeael Surabaya ditangkap saat mengantar anak baru gede (ABG)  pesanan calon pelanggannya.
‘’Konsumennya para lelaki hidung belang di Surabaya dan sekitarnya. Caranya, begitu ada pesanan maka anak semangnya dikrim ke hotel yang sudah disepakati,’’ kata Kompol Widjanarko, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Minggu kemarin.
Menurut dia, dalam menjalankan bisnisnya RA khusus menawarkan kalangan ABG. Karena itu pula, tarif yang dipatok lumayan mahal. Untuk setiap kali booking dikenakan biaya Rp 1,5 juta sekali kencan.
‘’ABG itu baru ditunjukkan kalau sudah ada pesanan melalui BBM.  Setelah harga dan barangnya cocok, baru diantarkan,’’ kata Widjanarko tanpa menyebut berapa anak buah RA dalam menjalankan bisnisnya.
Dalam pengakuannya, lanjut dia, RA mendapat bagian Rp 1 juta dari nilait ransaksi Rp 1,5 juta. Sedang sisanya menjadi hak ABG yang melayani kencan tamunya. ‘’Dia mengambil untung Rp 1 juta, sedang Rp 500 ribu anak buahnya setiap kali kencan selama dua jam,’’ sambungnya.
Dari penangkapan ini, diamankan barang bukti antara lain uang Rp 1,5 juta, HP dan bill hotel. Sedang pasal yang dijeratkan kepada pelaku, penyidik menjeratnya dengan pasal 506 KUHP dengan pidana 5 tahun penjara. (has/van)