Gerebek Home Industri Petasan

Tersangka M Imron (baju merah) bersama dengan barang buktinya

MALANG - Rumah milik Muhammad Imron, 37 tahun, di Dusun Lokjati, RT06 RW04, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Rabu (1/7) malam lalu digrebek petugas Reskrim Polsek Singosari. Penggrebekan dilakukan karena rumah tersebut dijadikan tempat produksi petasan.
Dari penggrebekan tersebut, polisi menangkap M Imron yang saat itu sedang memproduksi petasan. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa petasan siap pakai, serta bahan pembuat petasan.
Rinciannya, bubuk peledak untuk membuat petasan seberat 6,6 kilogram, potasium seberat 2,7 kilogram, serbuk arang seberat 6 kilogram, sumbu dengan panjang 60 cm sebanyak 806 biji. Petasan diameter 2 cm dengan panjang 65 cm sebanyak 136 butir. Kemudian petasan jadi diameter 7 cm panjang 9 cm sebanyak 35 butir. Petasan jadi renteng dengan panjang 10 meter sebanyak dua buah. Serta sumbu lembaran sebanyak 65 lembar.
"Barang bukti tersebut yang kami amankan saat penangkapan semalam (Rabu malam, red). Namun ketika kami lakukan olah TKP ulang dan penggeledahan lagi tadi pagi (kemarin, red) bersama Tim Brimob Ampeldento Pakis, ditemukan satu kaleng serbuk petasan lagi," terang Kapolsek Singosari, AKP Ariek Indra.
Menurut Ariek, penggrebekan home industri petasan ini, berangkat dari informasi masyarakat kalau Imron, memproduksi petasan. Warga melaporkan ke polisi karena takut petasan itu meledak. Sebab pembuatan petasan di tengah padat penduduk.
Berangkat dari laporan itulah, polisi lalu melakukan penyelidikan. Begitu benar bahwa Imron memproduksi petasan, petugas langsung melakukan penggrebekan dan berhasil menangkap tersangka bersama dengan barang buktinya.
"Tersangka kami jerat dengan Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kedapatan membawa bahan peledak dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun," ujar Ariek.
Dari pemeriksaan sementara, Ariek mengaku bahwa ia mulai memproduksi petasan sejak sebelum puasa lalu. Petasan yang sudah jadi, tidak langsung dijual tetapi disimpang terlebih dahulu. Baru nanti ketika menjelang lebaran, petasan hasil produksinya akan dijual.
"Sementara ini tersangka baru tahun ini membuat petasan. Namun kami sama sekali tidak percaya. Kemungkinan dia sudah setiap tahun memproduksi petasan dan dijual kepada masyarakat. Untuk bahan-bahannya, mengaku dibeli dari toko bahan bangunan di wilayah Singosari," jelasnya.
Untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi apa-apa, barang bukti petasan dan bahan pembuat petasan dibawa ke Brimob Ampeldento Pakis untuk dimusnahkan. "Namun sebagian kecil sudah kami amankan sebagai barang bukti. Saat ini kami masih mengembangkan, siapa tahu ada pelaku lain selain tersangka M Imron ini," paparnya.(agp/aim)