Dua Pencuri Dihajar

Barang bukti kentang diamankan sebagai barang bukti kejahatan.

MALANG – Warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kamis (2/7) malam lalu ngamuk. Mereka dengan penuh emosi, menghakimi dua pemuda yang tertangkap tangan mencuri sayur kentang milik Wagiran, 50 tahun, warga Ngadas.
Kedua pelaku dihajar hingga kondisinya babak belur. Begitu babak belur, bersama dengan barang buktinya, keduanya diserahkan ke petugas Polsek Poncokusumo. Selanjutnya, karena luka akibat dihakimi massa, kedua pelaku dibawa ke RS Sumber Santoso Tumpang untuk dimintakan visum.
Mereka adalah Sunarto, 22 tahun, warga Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, serta Jari, 33 tahun, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukopuro, Probolinggo. Selama ini, mereka tinggal di Desa Ngadas, karena bekerja sebagai buruh tani.
“Kedua tersangka masih kami lakukan pemeriksaan. Kami masih mengembangkan kasusnya apakah ada TKP serta pelaku lain selain mereka berdua,” ujar Kapolsek Poncokusumo, AKP Agus Siswo Hariadi.
Aksi pencurian terjadi sekitar 21.30. Malam itu, dengan berjalan mengendap-endap, kedua tersangka menuju pondok penampungan hasil panen milik korban, yang berada di kebun. Setelah berhasil masuk dengan merusak pintu pondok, kedua tersangka lalu memasukkan sayur kentang ke dalam 25 sak. Total berat kentang itu dua ton lebih.
Begitu sudah dikemas dan hendak dibawa kabur, aksi mereka kepergok oleh korban. Mengetahui sayur kentangnya dicuri, korban lalu berteriak maling hingga mengundang reaksi warga sekitar. Selanjutnya bersama-sama warga mengejar kedua tersangka yang kabur ke hutan.
Mungkin karena kondisinya terdesak, kedua pelaku melawan puluhan warga yang mengejarnya. Karena melihat pelaku melawan, warga yang semakin terpancing emosi langsung menangkap dan memukulinya. Beruntung polisi cepat datang ke lokasi untuk mengamankannya.(agp/feb)