Dianiaya, Pedagang Lapor Polisi

AKP Wahyu Hidayat

MALANG – Tak terima menjadi korban kekerasan, Dewi Umami, 39 tahun, warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Jumat (3/7) lalu mengadu ke petugas SPK Polres Malang. Ia melaporkan PN, 48 tahun, pedagang di Pasal Sengguruh, Kepanjen, dengan tuduhan penganiayaan.
Akibat penganiayaan tersebut, Dewi mengaku mengalami luka memar di lengan tangan kanannya. Luka memar tersebut, akibat dicengkeram oleh tersangka. Untuk memperkuat penganiayaan tersebut, korban juga dimintakan visum di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
“Laporannya sudah kami terima, sekarang ini masih kami menyelidiki kasusnya dengan memeriksa saksi-saksi,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Menurut keterangan korban kepada penyidik saat laporan, penganiayaan yang dialaminya terjadi sekitar pukul 07.00, di Pasar Sengguruh, Kepanjen. Kisahnya pagi itu, korban berbelanja di Pasar Sengguruh untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari.
Setelah keliling mencari sayur, korban lalu berniat mencari lauk tempe. Ia melintasi bedak milik pelaku PN, karena kebetulan penjual tempe berdekatan dengan bedak pelaku. Saat membeli tempe itu, tiba-tiba PN berbicara kotor pada korban hingga di dengar orang banyak.
Namun korban yang bersabar, tidak menghiraukannya. Tetapi tak lama kemudian, tiba-tiba dari arah belakang PN, mencengkeram lengan tangan kananya. Saking kerasnya cengkeraman, mengakibatkan luka lebam.
Keributan di pasar tersebut, lalu dilerai oleh pedagan dan pengunjung sekitar. PN kembali ke bedaknya sedangkan korban yang tidak terima dengan kejadian tersebut, memilih melapor ke petugas Polres Malang.(agp/nug)