Komplotan Dukun Penggada Uang Diringkus

Kedua tersangka Ahmad Jufrianto dan Rudi Siswoko alias Andi di Mapolsek Kromengan.

MALANG - Ingat dengan dukun gadungan yang mengaku bisa menggandakan uang hingga Rp 1 miliar, yang ditangkap petugas Reskrim Polsek Kromengan pertengahan April 2015 lalu. Dua dari komplotannya yang sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berhasil diringkus. Seorang pelaku lagi, hingga kemarin masih buron.
Tersangkanya Ahmad Jufrianto, 33 tahun, warga asal Jember, yang tinggal di rumah istrinya di Desa Ngemplak, Kecamatan Srengat, Blitar. Dan Rudi Siswoko alias Andi, 44 tahun, warga Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Blitar. Keduanya ditangkap akhir pekan lalu di rumahnya masing-masing.
"Untuk Ahmad Jufrianto ini, sempat kabur ke Jakarta selama dua bulan. Dia mengaku mendapat bagian Rp 16 juta. Tersangka Andi, mengaku bersembunyi di rumah saudaranya, ia mengatakan mendapat bagian Rp 5 juta. Sementara seorang pelaku lagi yang masih DPO, masih kami buru," jelas Kapolsek Kromengan, AKP Octa Pandjaitan.
Dengan tertangkapnya dua pelaku ini, maka sudah tiga orang yang ditangkap. Sebelumnya pada pertengahan April lalu, polisi menangkap Joki Hartoni alias Gus Ari, 43 tahun, warga Dusun Dawuhan, Desa Mangli, Kecamatan Sukowono, Jember.
Korban penipuan yang dikelabuhi oleh para tersangka adalah Suparno, 49 tahun, warga Dusun Kantil, Desa Karangrejo, Kromengan. Ia tertipu uang senilai Rp 68 juta, dengan dalih akan digandakan menjadi Rp 1 miliar. Untuk menipu korban, para pelaku menggunakan alat perdukunan seperti, kain mori serta lainnya.
Aksi penipuan dilakukan pada 25 Februari lalu. Awalnya tersangka Gus Ari yang bekerja sebagai sopir bus, berkenalan dengan korban. Ia mengatakan bisa menggandakan uang hingga Rp 1 miliar. Dengan dalih-dalih dan perkataan licin pelaku, korban percaya saja.
Namun syaratnya, korban harus menyerahkan sejumlah uang untuk mahar. Permintaan itupun dituruti dan korban mentransfer uang ke rekening milik pelaku. Setelah uang ditransfer, pelaku lalu mengajak pertemuan dan berpura-pura melakukan ritual.
Ritual dilakukan di rumah salah satu teman pelaku di wilayah Slorok, Kromengan. Saat menjalankan ritual, Gus Ari mengajak Andi serta Ahmad Jufrianto. Setelah ritual dilakukan, pelaku meminta korban pulang membawa tas. Pelaku meminta supaya tas dibuka di rumah pada tengah malam. Ketika dibuka, ternyata isinya bukan uang Rp 1 miliar, sesuai yang diharapkan. Sebaliknya justru berisi daun kering.
Karena merasa telah tertipu, korban saat itu melapor ke Polsek Kromengan. Berdasarkan laporan tersebut, polisi lalu melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Gus Ari. Selang dua bulan kemudian baru menangkap dua pelaku yang menjadi DPO, akhir pekan lalu, yaitu Andi dan Ahmad Jufrianto.(agp/aim)