Main Perahu, Bocah Tewas Tenggelam

Petugas PMI Kabupaten Malang dan relawan SAR, saat mencari bocah korban tenggelam di Sungai Brantas.

KEPANJEN - Warga sekitar Sungai Brantas di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, digemparkan dengan peristiwa tenggelamnya, Moh Diki Asifa. Bocah berusia 10 tahun ini, tewas tenggelam setelah bermain perahu di sungai itu pada Minggu (5/7) kemarin. Dari informasi yang dihimpun, bocah malang itu sekitar pukul 10.00 WIB bermain perahu di sungai. Korban biasa bermain perahu sekaligus memancing ikan di tempat itu. Saat hendak mendayung ke tepian, tiba-tiba perahu sampan terbuat dari kayu yang ditumpangi korban terbalik. Korban diketahui tidak bisa berenang.
"Teman-temannya yang berada di tepi sungai, sempat melihat korban minta tolong. Karena tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya mereka berteriak minta tolong," ujar Supeno, warga sekitar kepada Malang Post kemarin.
Warga yang datang, terlambat untuk menyelamatkan korban. Warga melaporkan kejadian itu ke salah satu perangkat desa dan diteruskan ke kepolisian. Mengetahui kejadian itu, relawan PMI Kabupaten Malang dan Relawan SAR bergegas melakukan pencarian di sungai. Pencarian yang dilakukan seharian penuh tidak membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan keesokan hari tepatnya hari Senin (6/7) kemarin. Mereka menyelam dasar sungai mulai pukul 06.00 WIB. Pencarian membuahkan hasil. Sekitar pukul 13.55 WIB, jasad korban ditemukan di dasar sungai sejauh 60 meter di tempatnya tenggelam "Jenazah korban kami angkat ke permukaan. Lalu, kami pinggirlkan untuk diperiksa oleh petugas medis dan kepolisian," ungkap Kasi Distribusi Logistik PMI Kabupaten Malang, Mudji Tomo.
Setelah diperiksa, jenazah korban di bawa ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang untuk dilakukan visum luar. "Kami mengimbau kepada para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. Bila perlu, dilarang untuk bermain di sungai yang berarus kencang dan memliki kedalaman. Karena itu bisa membahayakan jiwa dan keselamatan," tegasnya (big/aim)