Sindikat Pembobol ATM , Dikendalikan Napi Lowokwaru

BATU – Sindikat pembobolan rekening bank melalui ATM berhasil diungkap Polsek Batu Resort Batu, kemarin. Hebatnya, sindikat ini dikendalikan seorang napi yang masih mendekam di LP Lowokwaru Malang bernama Rohmat Purnomo, 23 tahun, warga Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.
Jaringan pembobolan ekening tersebut juga melibatkan Fitriya Ningrum, 23 tahun, warga Jalan Trunojoyo Kelurahan Songgokerto Kota Batu atau istri Rohmat, serta seorang mahasiswa M Ghozy Al Farizy, 21 tahun tinggal di Lampung Utara. Untuk sementara, kepolisian di Batu masih menahan satu tersangka Fitriya.
Sindikat tersebut berhasil menggondol uang Rp 129 juta dari korban Hendrik Kristiawan, 40 tahun warga Krian Sidoarjo. Dari uang tersebut, Polsek dan Polres Batu berhasil menyelamatkan yang uang Rp 20 juta dan sekarang dijadikan salah satu barang bukti kejahatan.
‘’Masih ada uang milik korban yang berhasil kita selamatkan Rp 20 juta. Uang tersebut kami sita bersama barang bukti lainya untuk tindak kejahatan perbankan ini,’’ ungkap Kapolres Batu, AKBP Decky Hendarsono, kemarin.
Anggota sindikat tersebut memiliki peran masing-masing dalam melaksanakan aksinya. Fitriya bertugas mencari orang yang bersedia membuat rekening. Fitriya berhasil membujuk tiga temannya yang semuanya warga Kota Batu serta langsung meminta buku serta kartu ATM dari mereka.
Sedangkan M Ghozy bertugas mencari mangsa. Caranya, dia memberikan alat tertentu pada mesin ATM sehingga ATM akan langsung tertelan jika ada orang yang hendak mengambil uang.
Ghozy mendapatkan korban Hendrik Kristiawan yang sedang mengambil uang di ATM BCA Kota Magelang Jawa Tengah. ATM tersebut langsung tertelan karena sudah ada alat yang dipasang sindikat. Ghozy berpura-pura akan menolong korban mengeluarkan ATM. Lantas dia meminta PIN kepada korban. Ghozy selanjutnya melakukan transfer uang ke beberapa rekening milik warga Batu dengan buku dan ATM yang sudah diminta tersangka Fitriya.
Atas kejadian tersebut, korban melakukan pengecekan di bank dan mendapatkan uang senilai Rp 129 juta sudah amblas. Berdasarkan informasi dari pihak bank, uang tersebut sudah ditransfer ke beberapa rekening, dan diantara pemilik rekening adalah warga Kota Batu.
Korbanpun langsung melapor kejadian tersebut ke Mapolsek Batu sepulang dari Magelang. Petugas Polsek Batu yang mendapatkan laporan langsung begerak cepat. Petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap pemilik rekening. Pemilik rekening tersebut menyebutkan jika buku dan ATM sudah diserahkan kepada Fitriya.
Berdasarkan keterangan tersebut, petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap Fitriya. ’’Bukti sudah cukup, dan kami menetapkan dia sebagai tersangka pasal 363 KUHP jo 55 KUHP atau 363 KUHP jo 56 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun,’’ lanjut Decky. 
Sementara itu Fitriya Ningrum hanya banyak diam ketika berada di Mapolres Batu, kemarin. Dia mengakui mendapatkan uang Rp 40 juta dari dua kali transfer dari rekening milik korban. Dari uang tersebut Rp 20 juta diantaranya sudah diserahkan kepada Rohmat di LP, sedangkan sekitar Rp 20 juta masih berada di rekening dan selanjutnya disita Polisi untuk barang bukti.
’’Saya diminta Rohmat untuk mencari orang yang bersedia membuat rekening. Saya juga sudah serahkan uangnya ke dia,’’ tegas Fitriya singkat.(feb/ary)