Pembunuh Pendeta Lawang Divonis 17 Tahun Penjara

Abed Nego Rudyanto, saat mendengar amar putusan majelis hakim di PN Kepanjen, kemarin.

KEPANJEN – Masih ingat kasus pembunuhan pendeta di Lawang, Yulianti Dwi Astuti Liemerto pada bulan Maret 2015 lalu. Pelakunya Abed Nego Rudyanto, Selasa (7/7) kemarin,  divonis hukuman selama 17 tahun kurungan penjara dalam putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen.
Vonis tersebut, lebih ringan tiga tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 20 tahun kurungan penjara. “Terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Sebagaiamana Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan dan pencurian,” ujar Ketua Majelis Hakim, Sri Haryani SH.
Dijelaskannya, terdakwa terbukti bersalah melakukan pembunuhan disertai pencurian. Terdakwa bermaksud membunuh korban untuk melakukan kejahatan lain dalam hal ini menguasai barang berharga milik korban. Sebagai barang bukti kejahatan, berupa mobil Datsun dan sejumlah perhiasan milik korban.
“Terdakwa memanfaatkan barang curian tersebut dengan menjualnya. Hal ini tentunya sudah masuk dalam unsur Pasal 339 KUHP,” imbuhnya.
Sidang putusan tersebut, berlangsung selama 30 menit. Selama menjalani sidang putusan, terdakwa didampingi penasehat hukumnya Muhammad Amin SH.
“Kepada saya, klien saya menyatakan ikhlas dengan apa yang diputuskan oleh Ketua Majelis Hakim tersebut. Dia juga mengaku telah bersalah,” teran Penasihat Hukum Terdakwa, Muhammad Amin kepada wartawan kemarin. Dijelaskannya, hal yang memberatkan terdakwa, karena membunuh korbannya dengan sadis.
Hal yang meringankan dalam persidangan, terdakwa berperilaku baik, berjanji tidak mengulangi perbuatan jahatnya dan dua anaknya masih kecil-kecil. Sebagai informasi, pembunuhan keji yang dilakukan terdakwa, terjadi pada bulan Maret 2015
Mulanya, pendeta itu ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar mandi rumahnya. Dua hari kemudian, polisi berhasil menangkap tersangka pembunuhan tersebut, di tempat persembunyain di bawah jembatan di Singosari. (big/aim)