Nunggu Sahur, Gelar Judi Dadu

MALANG - Arena judi dadu di tengah kebun tebu, Desa Senggrong, Kecamatan Bululawang, Selasa malam lalu digrebek petugas Reskrim Polsek Bululawang. Dari penggrebekan tersebut polisi berhasil menangkap seorang bandarnya, yakni Samuri, 58 tahun, warga Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang.
Selain Samuri, polisi juga mengamankan barang bukti berupa seperangkat alat judi dadu serta uang sebesar Rp 183 ribu. "Tersangka dan barang buktinya sekarang kami amankan di Mapolsek Bululawang. Ia kami jerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian," ujar Kapolsek Bululawang, Kompol A Napitupulu.
Menurut mantan Kasatreskoba Polres Malang, penggrebekan judi dadu tersebut berawal dari informasi masyarakat. Warga resah dengan adanya perjudian dadu tersebut. Sebab selain mengganggu aktivitas warga, juga dilakukan pada bulan Ramadan.
Berangkat dari informasi itulah, polisi lalu melakukan penyelidikan. Begitu benar adanya dan tersangka sedang menjadi bandar dadu, polisi langsung menggrebek dan menangkapnya. Saat dibekuk, Samuri tidak bisa pasrah dan tidak bisa mengelak.
"Sebetulnya ketika kami grebek penomboknya banyak. Namun mereka kabur begitu mengetahui kedatangan kami. Hanya bandar dadu dan barang buktinya yang kami amankan," tutur Napitupulu.
Dalam pemeriksaan, Samuri mengatakan kalau judi dadu tersebut baru beberapa hari digelar. Ia nekat membuka judi dadu, hanya untuk mengisi waktu saja. Biasanya judi dadu dibuka setelah salat Tarawih, sampai menjelang makan sahur.
"Pengakuannya baru sekitar seminggu menggelar judi. Namun berdasarkan informasi warga, judi dadu tersebut digelar sejak awal puasa lalu. Ketika kami amankan, tersangka mengaku sedang kalah," katanya.(agp)